harapanrakyat.com,- Pohon beringin berukuran besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun tumbang di Dusun Tonggoh, Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibatnya, akses jalan utama lumpuh total, khususnya bagi kendaraan roda empat.
Kepala Desa Pusakasari Nanang Mulyadin mengatakan pohon beringin tersebut memang sudah sangat tua dan memiliki diameter yang besar. Untuk proses evakuasinya membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.
“Pohon beringin ini usianya sudah ratusan tahun, ukurannya juga sangat besar. Karena itu, saat tumbang, dampaknya cukup parah dan menutup seluruh badan jalan,” ujar Nanang saat ditemui, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Enam Titik Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Kota Banjar
Nanang menjelaskan, pohon tersebut tumbang sekitar lima hari lalu saat hujan deras mengguyur wilayah Cipaku. Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan karena besarnya batang dan akar pohon yang melintang di jalan.
“Waktu kejadian hujan deras. Karena pohonnya besar sekali, evakuasinya tidak bisa cepat. Sampai sekarang masih dalam proses,” katanya.
Menurut Nanang, upaya evakuasi tidak hanya melibatkan warga dan pemerintah desa, tetapi juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Tasikmalaya, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga
Akibat tumbangnya pohon beringin tersebut, kendaraan roda empat belum dapat melintasi jalan yang menghubungkan Dusun Tonggoh dengan wilayah sekitarnya. Sementara itu, pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa memutar melalui jalur alternatif.
“Untuk sementara, roda empat belum bisa lewat. Warga dari Dusun Tonggoh dan sebaliknya harus menggunakan jalan lain dulu,” ujar Nanang.
Cerita Dibalik Pohon Beringin Tua Tumbang
Di tengah proses evakuasi, beredar pula cerita dari warga yang mengaitkan tumbangnya pohon tersebut dengan unsur mistis. Namun Nanang menilai, hal itu lebih kepada kepercayaan turun-temurun dan cerita sejarah yang melekat pada pohon tersebut.
“Kalau soal mistis saya tidak tahu persis. Tapi memang banyak yang bilang pohon ini punya sejarah panjang. Itu yang masih dipercaya sebagian warga,” katanya.
Meski demikian, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga setempat sempat menggelar doa bersama sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Warga sempat doa bersama. Intinya kita minta keselamatan selama proses evakuasi,” tambah Nanang.
Baca Juga: Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Tasikmalaya Menimpa Rumah Warga
Sementara itu, Cucu Herdiana, pengendara sepeda motor asal Kecamatan Cipaku, menilai lambatnya evakuasi lebih disebabkan oleh ukuran pohon yang sangat besar, bukan karena hal-hal mistis.
“Memang ada yang bilang pohonnya tidak bisa dipotong karena mistis. Tapi menurut saya, belum selesai dievakuasi ya karena pohonnya besar sekali, jadi butuh waktu,” ujar Cucu.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan terlalu percaya cerita mistik. Yang jelas ini soal teknis, ukurannya besar, jadi evakuasinya memang lama,” pungkasnya. (Dji/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

22 hours ago
8

















































