Polisi Beberkan Kronologis 8 Siswi Asal Garut Tenggelam di Mata Air, Bukan MPLS hingga Keluarga Korban Tak Akan Menuntut Sekolah 

1 day ago 11

harapanrakyat.com,- Keluarga korban siswi meninggal asal Garut, yang tenggelam di mata air Cisurupan Garut, kabarnya tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada sekolah. Orang tua almarhum memilih langkah tersebut, dan menganggap peristiwa nahas itu sebagai kecelakaan.

Baca juga: Olah TKP Tragedi Tenggelamnya Siswi MTs di Mata Air Cihaniwung Garut Rampung, Kades Tak Sangka Sumber Irigasi Makan Korban

Kasus tenggelamnya siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Kecamatan Cigedug, kabupaten Garut, sepertinya akan dihentikan oleh polisi. Meski telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk melakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP). Tapi karena keluarga korban tak membuat laporan resmi dan menolak dilakukan otopsi. Oleh karena itu, perkaranya berpotensi tak bisa dilanjutkan.

Keluarga Korban Tenggelam Menerima sebagai Musibah

Polisi memastikan, bahwa peristiwa tenggelam 8 murid di mata air yang ada di Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan tidak masuk ke dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Namun, kejadian itu masih dalam rangkaian sekolah.

“Jadi bukan kegiatan MPLS. Kegiatan MPLS itu sudah selesai pukul 12.00 Wib, lalu para murid itu makan di sekitar dekat mata air. Setelah makan mungkin siswa perempuan itu bermain di dekat tempat kejadian. Sehingga kecelakaan itu terjadi,” jelas Ipda Susilo Adhi, Kasi Humas Polres Garut, Jumat (17/7/2026).

Ada 8 siswi yang jadi korban dalam insiden tersebut, satu orang diantaranya meninggal dunia diduga akibat tak bisa berenang. Kedalaman bak mata air yang jadi tempat para korban berenang memang cukup tinggi, dengan kedalaman 2,5 meter. Adhi memastikan, keluarga korban menerima peristiwa itu sebagai musibah, sehingga polisi tidak bisa memaksakan apa yang dikehendaki keluarga korban.

Baca juga: Siswi MTs Asal Garut Korban Meninggal Tenggelam saat Penjelajahan Sekolah Tiba di Rumah Duka 

“Informasinya tidak akan menuntut kepada sekolah, keluarga almarhum telah ikhlas menerima kejadian itu sebagai musibah atau kecelakaan,” tambahnya.

Insiden nahas 8 murid MTs asal Cigedug ini terjadi pada Kamis 16 Juni 2026, kemarin. Mereka tenggelam ketika berenang dimata air raksasa Cihaniwung, yang berada di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan. Dari 8 korban siswa yang tenggelam 1 di antaranya meninggal, sementara 7 orang murid lagi berhasil selamat. Mereka para korban selamat awalnya dievakuasi ke klinik terdekat, namun hari ini sudah bisa pulang ke rumah. (Pikpik/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |