PSSI lagi-lagi menekan I.League untuk melakukan perbaikan. Jika sebelumnya perbaikan terkait regulasi suporter pasca kisruh PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung, kini PSSI desak perbaikan standarisasi pemain asing.
Desakan tersebut bukan tanpa tujuan, PSSI ingin agar klub mendapatkan pemain terbaik sesuai harga. Mengingat di luar sana banyak agen nakal yang bisa membuat klub tertipu.
Saat ini saja banyak pemain asing yang berkiprah di strata tertinggi liga sepak bola Indonesia. Bahkan dari mereka ada yang mendapat panggilan untuk bermain di Timnas Indonesia.
Belum lagi fenomena banyaknya pemain asing yang mengikuti program naturalisasi. Hal ini membuat peran pemain asing cukup besar dalam sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Kisruh Suporter Persib Bandung dan PSIM Yogyakarta, PSSI Minta I.League Bertindak
Inginkan Standarisasi Pemain Asing Lebih Jelas
PSSI juga menggaris bawahi poin penting untuk I.League. Pertama mengenai agen pemain asing yang jelas dan transparan. Dengan standar yang terperinci, kemungkinan adanya agen nakal yang bermain di kompetisi sepak bola bisa terminimalisir.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan batas waktu hingga akhir tahun ini. “Perbaikan sistem pada Liga Indonesia untuk standardisasi agen pemain asing harus segera diterapkan tahun ini,” tegasnya, saat ditemui awak media pada Jumat (29/8/2025).
Kedua mengenai standarisasi untuk pemain asing yang akan bermain di Super League tahun depan. Standar tersebut harus dibuat seadil mungkin, seperti aturan di negara-negara Eropa.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kompetisi dalam pertandingan. Secara tak langsung, kondisi tersebut juga bisa meningkatkan skill antar klub di lapangan.
Guna mempercepat proses ini, PSSI sudah mengirimkan surat kepada I.League. Dalam surat tersebut, PSSI menekankan bahwa komitmen I.League adalah menghadirkan atmosfir Liga tertinggi sepak bola tanah air yang suportif.
Kritikan pada PSSI terkait Pemain Asing
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Proses Naturalisasi Miliano Jonathans, Selangkah Lagi Jadi Amunisi Baru Timnas
Belakangan PSSI memang gencar melakukan naturalisasi pemain atau memperbolehkan perekrutan pemain asing bermain di klub Indonesia. Ternyata hal ini mendapatkan kritik dari banyak pihak.
Pengamat sepak bola menekankan pentingnya memberikan porsi bagi pemain muda berbakat lokal. Banyaknya program naturalisasi malah akan menutup potensi pemain muda yang sudah mengikuti akademi sepak bola.
Meski begitu, tampaknya PSSI memiliki pendapat yang berbeda. Erick Thohir mengungkap, saat ini Timnas Indonesia senior membutuhkan urgensi yang berbeda, mengingat target lolos Piala Dunia 2026. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)