Ramadhan Tiba, Pembuat Kolang-Kaling di Pamarican Ciamis Kebanjiran Pesanan

4 hours ago 1

harapanrakyat.com,– Menjelang bulan Ramadhan, pembuat kolang-kaling di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kebanjiran pesanan. Kolang-kaling sendiri merupakan makanan khas yang banyak diburu saat Ramadhan. Tak heran jika pembuat kolang-koling bersemangat mengejar omzet besar setiap bulan Ramadhan.

Emi (58), warga Dusun Golempang, RT 32, RW 09, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, mengaku gembira setiap Ramadhan tiba. Ia menyebut, setiap Ramadhan merupakan kesempatan untuk meningkatkan omzet. Apalagi harga kolang-kaling juga biasanya ikut naik saat Ramadhan.

“Seperti biasanya ketika bulan puasa pesanan kolang-kaling pasti akan meningkat, harganya juga naik,” katanya, Rabu (26/02/2025).

Menurut Emi, harga kolang-kaling saat ini sudah mencapai Rp7 ribu per kilogram. Padahal hari biasa, harganya hanya Rp4 ribu per kilogram.

“Hari-hari biasa harga borongan biasanya Rp4 ribu per kilogram gramnya, nah untuk hari ini sudah mencapai Rp7 ribu. Biasanya harga ini akan terus naik setiap minggu,” terangnya.

Emi membuat kolang-kaling bukan hanya saat menjelang Ramadhan saja, ia juga membuat kolang-kaling pada bulan-bulan biasa.

“Emak mah bukan hanya bulan puasa saja membuat kolang-kaling, bulan-bulan biasa pun membuat. Karena emak sudah punya bandar yang siap mengambil kolang-kaling setiap satu minggu sekali, diambil langsung ke sini oleh bandar,” katanya.

Pembuat Kolang-Kaling di Pamarican Ciamis Bermunculan Menjelang Puasa

Menurut Emi, saat menjelang bulan puasa, pembuat kolang-aling di Pamarican banyak bermunculan bak jamur di musim hujan.

“Kalau bulan seperti ini banyak yang bikinnya, makanya yang bekerja “nyokel” (nyukil) di emak sekarang hanya tinggal 3 orang. Dia membuat sendiri-sendiri di rumahnya. Alhamdulillah bulan puasa mah semua bisa kebagian rejeki dari kolang-kaling,” ungkap Emi.

Baca Juga: Harga Cabai Terus Melejit, KWT Geger Bentang 37 di Pamarican Ciamis Sumringah

Kolang-kaling sendiri merupakan makanan yang terbuat dari buah aren yang disebut caruluk dalam bahasa Sunda. Buah aren ini sebelum menjadi kolang-kaling atau cangkaleng harus diproses terlebih dahulu. Mulai dari pengambilan buah dari pohon hingga diangkut melewati perjalanan panjang. Buah aren ini diambil langsung dari pohon yang biasanya ada di lokasi pegunungan yang dikelilingi jurang.

Setelah dipilah dengan baik, buah aren ini lalu direbus kurang lebih 2 jam. Buah aren direbus dengan api besar agar cepat lunak dan mudah untuk dikupas (dicukil) hingga kemudian menjadi caruluk atau kolang-kaling.

Kolang-kaling yang baru dicukil ini sudah bisa langsung dimakan karena sudah matang dalam rebusan. Rasanya emang agak berbeda, manis tapi sedikit pahit. Kolang-kaling yang baru dicukil juga mempunyai ciri khas “cakial” sehingga saat digigit terasa enak.

Baca Juga: Sanksi Menanti ASN yang Diduga Remas Payudara, BKPSDM Ciamis: Bisa Diberhentikan

Namun agar bisa dijual di pasaran, setelah dicukil kolang-kaling akan digeprek (dipukul biar gepeng). Setelah itu direndam dalam bak berisi air bersih sehingga kolang-kaling mengembang. Dari sana barulah kolang-kaling siap dijual. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |