Viral Siswa SD di Karawang Berlatih Renang di Meja dan Lantai, Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Tegas

4 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Video yang memperlihatkan sekelompok siswa SD di Karawang, Jawa Barat, berlatih renang di atas meja dan lantai halaman sekolah viral di berbagai platform media sosial. Aksi tak biasa ini diduga muncul setelah orang tua siswa memprotes pungutan biaya untuk kegiatan olahraga, khususnya pelajaran renang.

Diketahui, para siswa dalam video viral tersebut merupakan siswa SD Pinayungan I dan SD Pinayungan II, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat. Dalam video tersebut, siswa terlihat menirukan gerakan renang di atas meja dan lantai seolah-olah mereka sedang berada di kolam renang.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, merespons kejadian tersebut melalui unggahan di akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial. Ia menyayangkan tindakan tersebut dan menilai guru yang memposting kegiatan tersebut kurang memahami tujuan utama pendidikan.

“Saya melihat postingan Guru Olahraga mempostingkan kegiatan anak-anak sedang berenang yang dilakukan di atas lantai dan di atas meja. Saya tahu tujuan dari postingan tersebut tetapi justru itu adalah melambangkan bahwa guru tersebut tidak ngerti esensi pendidikan dan arah pendidikan,” tegas Dedi Mulyadi, dikutip pada Rabu (26/2/2025).

Dedi menjelaskan, pelajaran renang memang bagian dari kurikulum pendidikan. Namun, menurutnya masih banyak pilihan olahraga lain yang bisa diajarkan kepada siswa tanpa menimbulkan polemik.

“Pelajaran renang merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah. Dari sekian pelajaran olahraga ada lari bisa ditekuni, ada jalan kaki, ada bola voli, ada sepak bola. Ada tenis meja dan beragam olahraga lainnya yang bisa dilakukan termasuk senam dan sejenisnya,” jelasnya.

Keluhan Orang Tua Dibalik Video Viral Siswa SD di Karawang Berlatih Renang di Atas Meja dan Lantai

Menanggapi keluhan orang tua, Dedi menegaskan, masalah utama bukan pada pelajaran renang. Melainkan pada sistem pengumpulan uang untuk tiket yang dikoordinasikan oleh guru.

“Saya sampaikan bahwa keluhan orangtua selama ini adalah bukan mengeluhkan renangnya tetapi mengeluhkan kolektifitas pembelian tiket renang yang dikoordinatorkan oleh guru yang bekerja sama dengan kolam renang,” lanjutnya.

Baca Juga: Pasca Viral Tertawa Geli Bawa Nasi Kotak, Kades Wiwin Komalasari Klarifikasi

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi menyarankan agar guru tetap melaksanakan pelajaran renang tanpa terlibat dalam urusan pembelian tiket. Ia menilai siswa bisa membeli tiket secara mandiri dengan kesadaran sendiri.

“Jadi Guru bisa tetap melaksanakan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket siswa, cukup Anda tunggu saja di kolam renang, mereka membeli tiket sendiri dan datang dengan sendirinya dengan penuh kesadaran,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi sebagian orang tua. Jika ada yang tidak mampu membayar biaya renang, sekolah dapat memilih alternatif pembelajaran olahraga lain yang tidak memerlukan biaya.

“Nah selanjutnya apabila orang tuanya tidak punya kemampuan untuk biaya berenang, maka kan banyak pembelajaran lain yang dilakukan tanpa mengeluarkan biaya,” sambungnya.

Dedi menambahkan, banyak orang tua rela mengeluarkan biaya untuk mengembangkan minat dan bakat anaknya, baik dalam bidang tari, sepak bola, renang, maupun olahraga lainnya.

“Saya sampaikan di sini bahwa orang tua siswa di mana-mana banyak yang mengembangkan minat dan bakat anaknya dan mereka membayar, mereka membayar guru tari di sanggar tari, mereka membayar pelatih sepak bola di sekolah sepak bola, mereka juga membayar guru senam, mereka membayar guru renang juga,” jelasnya.

Pendidikan Sesuai Minat dan Bakat Siswa

Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menyesuaikan pendidikan dengan minat dan bakat siswa. Menurutnya, tidak semua anak harus dipaksa menekuni satu bidang tertentu yang tidak mereka sukai.

“Banyak hal yang berkembang tetapi tidak mesti kita memaksakan anak kita ke arah satu pelajaran yang mereka tidak sukai, kenapa? Karena pendidikan esensinya mengembangkan minat dan bakat siswa,” tegasnya.

Baca Juga: Cita-Cita Dedi Mulyadi Reaktivasi Jalur Kereta Api di Jawa Barat, Siapkan Dana Rp4 Triliun

Terakhir, Dedi menegaskan perkembangan olahraga di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, sangat pesat seiring dengan meningkatnya minat dan potensi anak-anak.

“Dan untuk itu, kita sampaikan juga di bibit olahraga di Indonesia sangat berkembang. Di Jawa Barat juga sangat berkembang seiring dengan pertumbuhan jiwa dan minat yang dimiliki oleh anak-anak Jawa Barat,” pungkasnya. (Erna Ayunda/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |