harapanrakyat.com,- Lingkungan perkantoran yang bersih, rapi, dan minim risiko kecelakaan fisik sering kali dianggap sebagai tempat kerja yang sepenuhnya aman. Namun, di balik kondisi tersebut masih terdapat berbagai ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian para pekerja maupun pengelola tempat kerja. Kondisi inilah yang menjadi perhatian RSUD Pandega Pangandaran. Selain itu, perhatian ini disalurkan melalui edukasi mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perkantoran.
Baca Juga: RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Leptospirosis, Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, rumah sakit milik Pemkab Pangandaran itu mengingatkan, bahwa berbagai risiko kesehatan di kantor tidak boleh dianggap sepele. Meskipun tidak terlihat secara kasatmata, sejumlah faktor di lingkungan kerja modern dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan kesehatan mental. Selain itu, hal ini juga berdampak pada produktivitas para pegawai.
“Terlihat sepele tapi risikonya nyata. Risiko K3 di tempat kerja perlu dikenali, diukur, dan dikendalikan secara tepat,” tulis RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahan edukatif tersebut.
Baca Juga: Nyeri Leher Bukan Cuma Kelelahan, Simak Penjelasan Lengkap Fisioterapis RSUD Pandega
RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya K3
Pihak rumah sakit menjelaskan, bahwa penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kecelakaan kerja. Tetapi juga, mencakup upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan mendukung kinerja sumber daya manusia secara optimal.
Salah satu potensi bahaya yang perlu diwaspadai adalah kebisingan di lingkungan kerja. Suara bising yang melebihi batas wajar sering kali dianggap sebagai hal biasa dalam aktivitas perkantoran. Padahal, paparan kebisingan secara terus-menerus dapat mengurangi konsentrasi pegawai, meningkatkan tingkat stres, memicu kelelahan mental, hingga menghambat komunikasi antarpegawai. Dampak tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi efektivitas dan kualitas pekerjaan.
Selain itu, posisi kerja yang tidak ergonomisjuga menjadi salah satu faktor risiko yang paling sering dialami pekerja kantoran. Duduk dalam posisi yang kurang tepat atau bekerja dalam postur yang sama selama berjam-jam dapat menyebabkan keluhan berupa nyeri pada leher, bahu, maupun punggung. Jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa perbaikan, pekerja berisiko mengalami gangguan otot dan rangka atau musculoskeletal disorders,. Pada akhirnya, hal ini dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup.
RSUD Pandega Pangandaran juga menyoroti pentingnya memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan kerja. Ventilasi yang kurang baik, sirkulasi udara yang tidak optimal, serta keberadaan debu maupun mikroorganisme di ruang tertutup dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Melalui kampanye edukasi pentingnya K3 tersebut, pihak rumah sakit mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara menyeluruh.
Baca Juga: Peringatan Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Pandega Tekankan Pentingnya Skrining Rutin
Manajemen rumah sakit berharap edukasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran bahwa penerapan pentingnya K3 bukan sekadar memenuhi ketentuan. Melainkan juga, menjadi bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. (Adi/R5/HR-Online)

3 hours ago
8

















































