harapanrakyat.com,- Wacana penggabungan atau merger sekolah dasar (SD) di Kota Banjar, Jawa Barat, mulai menjadi perhatian. Hal itu setelah muncul sorotan, terkait sekolah-sekolah yang berlokasi berdekatan namun memiliki jumlah peserta didik yang minim.
Baca Juga: Hasil SPMB SMP di Kota Banjar, Sejumlah Sekolah Masih Kekurangan Siswa
Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Banjar saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah, menyoroti masih adanya keterbatasan fasilitas pendidikan di beberapa SD. Dewan juga menilai adanya potensi penggabungan sekolah yang berada dalam lokasi berdekatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Dedi Suardi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai memiliki potensi untuk digabungkan. Hasilnya, ada 11 SD di Kota Banjar yang masuk dalam kategori berpotensi dilakukan merger. “Karena jumlah siswanya relatif sedikit dan lokasinya saling berdekatan,” ungkapnya Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Kesenjangan Fasilitas hingga Ancaman Merger Sekolah Disorot DPRD Kota Banjar
Disdikbud Kota Banjar Tegaskan Merger 11 SD Masih Sebatas Wacana
Menurut Dedi, Disdikbud tidak serta-merta mengambil keputusan terkait wacana tersebut. Sejauh ini, pihaknya baru melakukan diskusi awal bersama pihak sekolah yang berpotensi terdampak, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dengan wacana merger sekolah. “Tapi ini kami baru sebatas diskusi saja dengan pihak terkait,” kata Dedi.
Lanjutnya menyebut, kebijakan merger SD di Kota Banjar bukan hal yang mudah. Karena menurutnya, membutuhkan persiapan dan tahapan yang panjang serta didukung kajian yang matang.
Hal ini, karena penggabungan tidak hanya berkaitan dengan status masa depan tenaga sumber daya yang ada di sekolah, seperti pendidik dan tenaga kependidikan. Tetapi juga, berkaitan dengan masa depan peserta didik dan juga para alumni di sekolah. Sehingga perlu persiapan dan pembahasan dengan pihak-pihak terkait.
“Misalnya ketika nanti dimerger ada alumni yang ingin mengurus legalitas di sekolah dan keperluan lainnya, ini kan harus disiapkan langkah ke depannya,” ujarnya.
Dedi kembali menegaskan, bahwa hingga saat ini merger SD di Kota Banjar masih sebatas wacana. Karena, masih membutuhkan kajian yang lebih komprehensif melihat dari berbagai aspek serta dampak sosialnya.
Baca Juga: Disdik Ciamis Berencana Merger Sekolah Dasar, Karena Kekurangan Siswa?
“Merger sekolah membutuhkan persiapan dan kajian yang matang. Sementara ini baru sebatas wacana dan belum ada pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

4 days ago
31

















































