Antispasi Gangguan Kamtibmas, Polrestabes Bandung Larang Sahur On The Road 

13 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Polrestabes Bandung secara resmi melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Larangan ini untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan meminimalisasi aksi kriminalitas di Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono menyatakan, larangan SOTR ini karena bisa memicu keributan antar kelompok ketika di jalan dan lainnya. Apabila masih ada yang melangsungkan SOTR, maka polisi akan melakukan penindakan.

“Sahur on the road rentan gangguan kamtibmas seperti, konvoi kendaraan yang tidak tertib, gesekan antar kelompok, bahkan berpotensi terjadinya tindak pidana,” kata Budi, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: 1,5 Juta Kendaraan Masuk Kota Bandung, Polisi Minta Pengendara Tak Parkir di Bahu Jalan

Budi menyebut, oknum remaja seringkali menyalahgunakan kegiatan SOTR sebagai ajang konvoi ugal-ugalan dengan knalpot bising. Hal itu tentunya berpotensi memicu tawuran antar kelompok yang meresahkan warga.

Polisi mengimbau agar masyarakat, terutama generasi muda, mengisi waktu sahur dengan kegiatan positif di lingkungan masing-masing tanpa harus turun ke jalan secara berkelompok.

“Tidak perlu melakukan aksi turun ke jalan. Lebih baik melaksanakan sahur di rumah atau masjid di lingkungan sendiri agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Baca Juga: Berkas Kasus Ujaran Kebencian Adimas Firdaus Resbob Dilimpahkan ke PN Bandung, Sidang Segera Digelar

Patroli Menyasar Balap Liar Sahur on The Road Kota Bandung

Selain melarang SOTR, Polrestabes Bandung juga meningkatkan intensitas patroli untuk mencegah aksi balap liar yang kerap marak menjelang waktu sahur maupun setelah Salat Subuh.

Polisi akan melakukan pengawasan ketat di sejumlah ruas jalan protokol maupun titik rawan yang sering menjadi arena balap liar.

Dalam pelaksanaannya, Polri akan bersinergi dengan TNI dan unsur Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan patroli gabungan skala besar.

“Balap liar sangat membahayakan nyawa pelaku dan pengguna jalan lain. Kami akan lakukan penindakan tegas, termasuk penyitaan kendaraan dan proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Peran Orang Tua dalam Pengawasan Anak

Sebagai langkah preventif, kepolisian juga mengintensifkan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda mengenai bahaya balap liar serta tawuran. Budi menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial dalam menjaga keamanan selama Ramadan.

Ia meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan yakni malam hingga dini hari.

Baca Juga: Puluhan Tahun Bersengketa, Pengadilan Eksekusi Lahan di Asia Afrika Bandung

“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah pada jam-jam rawan. Kami ingin Ramadan di Kota Bandung berjalan khusyuk, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah yang beribadah,” katanya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |