Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Pamarican Ciamis, Rumah Warga Rusak dan Jalan Amblas

14 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali memicu terjadinya bencana pergerakan tanah. Kali ini, dampak pergerakan tanah cukup parah dilaporkan terjadi di Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Senin (16/2/2026).

Akibat peristiwa tersebut, sebuah rumah warga mengalami kerusakan serius dan akses jalan desa dilaporkan amblas, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Benteng SDN 2 Bangunsari Ciamis Roboh Terseret Longsor

Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Idoh (65), warga Dusun Angsana RT 30, RW , Desa Neglasari. Kondisi rumah lansia tersebut kini memprihatinkan setelah bagian atap dan dindingnya mengalami kerusakan parah akibat labilnya kondisi tanah.

Perangkat Desa Neglasari, Opik Taopik, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, faktor cuaca ekstrem yang diperparah dengan kondisi bangunan yang sudah lapuk membuat rumah milik Idoh tak kuat menahan beban.

“Selain tak kuat oleh guyuran hujan, pergerakan tanah juga menjadi faktor utama kerusakan bangunan rumah ini,” ujar Opik kepada harapanrakyat.com, Selasa (17/02/2026).

Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol Lagi, Bupati Ciamis Tinjau Pengungsi Banjir di Pamarican

Opik menambahkan, fenomena pergerakan tanah di wilayah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun, intensitas hujan yang tinggi belakangan ini membuat pergeseran tanah semakin kuat.

“Sebenarnya banyak rumah di wilayah sini yang sudah mengalami kerusakan akibat adanya pergerakan tanah sejak lama. Namun untuk rumah Ibu Idoh ini memang kondisinya sudah lapuk, sehingga saat dihantam hujan lebat dan pergerakan tanah, kerusakannya langsung fatal,” tambahnya.

Bencana Pergerakan Tanah di Pamarican Merusak Jalan

Selain merusak pemukiman, bencana pergerakan tanah ini juga menyasar infrastruktur publik seperti jalan. Opik menyebutkan bahwa titik pergerakan tanah terparah saat ini berada di Dusun Cibenda.

Di lokasi tersebut, jalan penghubung antar wilayah desa amblas dan mengalami retakan yang cukup dalam. Kondisi ini pun dikeluhkan warga karena sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas. Terutama saat malam hari atau ketika hujan kembali turun.

“Jalan penghubung wilayah desa kini amblas. Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut. Potensi pergerakan tanah susulan masih bisa terjadi kapan saja,” kata Opik.

Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Citalahab Rendam Wilayah Pamarican Ciamis, Dinsos Dirikan Dapur Mandiri

Pemerintah desa terus melakukan pendataan terkait kerugian materiil serta melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Ciamis dan berharap segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |