Khidmatnya Sembahyang Imlek di Hok Tek Bio Ciamis Sambut Tahun Baru 2577 Kongzili

20 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Hujan yang mengguyur sejak sore hari sudah reda menjelang tengah malam di Kelenteng Hok Tek Bio, Jalan Ampera II 17 Lingkungan Lebak, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada malam pergantian tahun Imlek 2577 Kongzili, Senin 16 Februari 2026. Suasana kelenteng yang dipenuhi lampion pun tampak semarak. Sekitar 50 umat Konghucu berkumpul di kelenteng untuk melaksanakan sembahyang menyambut pergantian tahun. Kebanyakan memakai kaos warna merah dengan gambar kuda api sebagai simbol shio tahun 2577 Kongzili. 

Rohaniawan Konghucu, Js Widipriatno berdiri di depan altar berisi sesajen yang sudah dipersiapkan di halaman Hok Tek Bio. Di antara sesajen tersebut, terlihat ada buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, dan kue-kue khas Imlek seperti kue mangkok dan kue ku.

Widi pun bersiap memimpin sembahyang tepat pukul 22.30 WIB. Bendahara Kelenteng Hok Tek Bio, Purwanto Senjaya membagikan Hio kepada umat yang berdiri di belakang Widi. Kidung yang dinyanyikan umat Konghucu pun mengalun lembut diiringi wangi asap hio. Widi pun memimpin sembahyang dengan khidmat. Ia memulainya dengan ucapan syukur atas pengalaman kehidupan selama setahun ini. Ia kemudian membacakan doa-doa untuk kebajikan pada tahun baru.

Baca Juga: Mengintip Tradisi Kimsin di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis, Dewa-dewi Disucikan Jelang Imlek

Usai sembahyang di halaman kelenteng, Widi mengajak umat masuk ke dalam kelenteng untuk kembali melakukan sembahyang pada dewa-dewi. Dari Hok Tek Bio, umat kemudian bergeser ke Litang atau Gedung Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Ciamis di Jalan Ampera II 10. Jaraknya hanya 50 meter dari Hok Tek Bio. 

“Ibadah di sini (Hok Tek Bio) dan Litang itu sama saja, bedanya di sini sembahyang kepada Tuhan, di Litang kepada Nabi Kongzi,” ujar Widi kepada wartawan.

Sembahyang Imlek di Hok Tek Bio Ciamis sebagai Ungkapan Syukur

Menurut Widi, sembahyang malam itu menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2566 Kongzili, hingga umat kembali diberi kesempatan memasuki tahun baru 2577 Kongzili.

“Setiap tahun Tuhan memberkati kita. Harapan yang tercapai kita syukuri, yang belum tercapai kita jalani dengan semangat,” ujarnya.

Widi menuturkan, menjelang tahun baru Imlek, umat lebih dulu melakukan bersih-bersih altar, litang, dan kelenteng sebagai simbol penyucian diri. 

“Rangkaian selanjutnya itu pada tanggal 24 Februari akan digelar sembahyang besar, khusus bersujud kepada Tuhan sebagai wujud syukur. Sementara perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret akan diisi rangkaian kegiatan mulai dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB,” jelasnya.

Perayaan Cap Go Meh yang digelar pada bulan Ramadhan ini akan diisi dengan penampilan barongsai dan hiburan lainnya. 

“Kegiatan itu sekaligus untuk menghibur masyarakat sambil ngabuburit. Kita bergembira bersama, sekaligus mendoakan saudara kita umat Islam agar tetap kuat menjalani puasa satu bulan penuh,” katanya.

Baca Juga: Wisata Aquarium Indonesia Pangandaran Adakan Event Imlek Sebelum Tutup Sementara, Catat Tanggalnya

Ia juga menjelaskan filosofi sajian dalam perayaan Imlek. Menurutnya, jeruk melambangkan berkah. “Dari biji kecil tumbuh menjadi buah yang bermanfaat bagi siapa pun, ini lambang hidup itu harus menjadi berkah dan bermanfaat bagi orang lain, jadi jangan hidup jadi apatis,” katanya. 

Sementara buah apel yang bulat melambangkan keteguhan iman dan buah pisang menjadi simbol kerukunan.

“Kalau kue mangkok melambangkan rezeki yang berkembang, sekaligus pengingat untuk berbagi kepada sesama. Kue ku melambangkan panjang umur dan doa kesehatan. Sedangkan kue wajik yang manis menjadi simbol hidup rukun dengan siapa pun,” katanya.

Pesan Kerukunan Imlek di Hok Tek Bio Ciamis

Widi juga mengungkapkan rasa syukur karena Kampung Lebak di mana Hok Tek Bio berdiri menjadi kampung kerukunan.

“Di Kampung Lebak ini kita bersyukur hidup berdampingan. Ada Konghucu, gereja, dan lainnya. Ini kampung kerukunan, bahkan pernah meraih Harmony Award kedua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Keagamaan Umat Beragama Kabupaten Ciamis, Sumadi menegaskan selama ini tidak ada diskriminasi terhadap umat Konghucu. Ia mendukung penuh kesetaraan hak sebagai warga negara.

“Kalau ada aspek diskriminasi, kami akan melakukan pendampingan, terutama terkait hak-hak sipil seperti KK atau kartu nikah. Itu kita dorong sama seperti warga negara lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Kesbangpol dan Disdukcapil. Bahkan, pernah dilakukan perbaikan data secara langsung di tempat.

Baca Juga: Warga Ciamis Panik Temukan Dua Ular Koros di Teras Rumah, Damkar Turun Tangan

“Penguatan dan pemeliharaan ini penting. Siapa tahu hal-hal kecil yang kita jaga di Ciamis bisa menjadi contoh dan menyebar ke daerah lain,” pungkasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |