Hujan Deras 4 Jam, Tebing 10 Meter Longsor di Langkaplancar Pangandaran

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Akses jalan utama di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sempat lumpuh total akibat tertimbun material tebing 10 meter yang longsor pada Senin (16/02/2026).

Bencana tebing longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dengan durasi waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Benteng SDN 2 Bangunsari Ciamis Roboh Terseret Longsor

Berdasarkan data dari Tagana Kabupaten Pangandaran, longsor terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Titik bencana tepatnya berada di RT 05 RW 02, Dusun Cibeureum, Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar.

Tebing setinggi 10 meter yang berada di pinggir jalan tersebut longsor hingga menutup seluruh badan jalan yang ada di bawahnya.

Anggota Tagana Pangandaran, Tarli mengatakan, pemicu utama longsor adalah curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Langkaplancar selama kurang lebih 4 jam nonstop.

“Material tanah yang menutup jalan cukup banyak. Bahkan kendaraan roda dua pun awalnya tidak bisa melintas. Kami langsung melakukan asesmen dan evakuasi di lokasi kejadian,” kata Tarli melalui laporan resminya, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Tebing Ambrol di Langkaplancar Pangandaran, Akses Jalan Gunungkelir-Bangunjaya Sempat Lumpuh Tertutup Longsor

Proses Evakuasi Tebing 10 Meter Longsor di Langkaplancar Pangandaran

Proses evakuasi material longsor dilakukan secara gotong royong yang melibatkan anggota Tagana, Pemdes Cimanggu, TNI, Polri, TKSK, dan warga setempat.

Mengingat besarnya volume tanah, satu unit alat berat diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pembersihan jalur agar aktivitas warga kembali normal.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, satu unit rumah warga yang berada tepat di atas tebing kini dalam kondisi terancam.

Baca Juga: Tanpa Alat Berat, Warga Sidamulih Ciamis Berhasil Evakuasi Rumpun Bambu Raksasa

Lokasi rumah berpenghuni satu KK dengan tiga jiwa tersebut hanya menyisakan jarak sekitar 3 meter dari bibir tebing 10 meter yang longsor.

Kondisi tanah yang masih labil dikhawatirkan akan memicu longsor susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa terpal untuk menutupi tebing dan halaman rumah yang terdampak.

“Penggunaan terpal sangat krusial agar air hujan tidak langsung meresap ke tanah yang labil. Sehingga risiko longsor susulan bisa diminimalisir,” tambahnya.

Saat ini kendaraan sudah dapat melewati akses jalan tersebut berkat penanganan cepat dari berbagai unsur terkait. Namun, warga yang melintas diimbau untuk tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Langkaplancar. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |