Harga Daging Sapi Tembus Rp160 Ribu, Pedagang di Kota Bandung Mulai Mogok Massal

10 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Lonjakan harga daging sapi yang tak terkendali mulai memicu aksi mogok masal sejak Minggu 17 Mei 2026. Aksi mogok jualan terjadi di sejumlah pasar induk dan pasar tradisional seperti, Pasar Caringin, Kosambi, Andir, dan Ciroyom di Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yulistiani tak menampik bahwa ada aduan dari asosiasi pedagang mengenai lonjakan harga daging sapi.

Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pergerakan harga daging sapi di tingkat eceran saat ini telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). “Kenaikan harga daging sapi saat ini sudah di atas HAP,” kata Nining, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan, Konsumen Terpaksa Beralih ke Ayam

Harga Daging Sapi Mencapai Rp160 Ribu Per Kilogram

Nining menuturkan, pemerintah sudah menetapkan HAP daging sapi dengan rentang harga Rp105.000 sampai Rp140.000 per kilogram.

Akan tetapi, dalam dua pekan terakhir, harga meroket ke kisaran Rp141.000 lebih, bahkan di beberapa pasar eceran telah menembus angka Rp160.000 per kilogram.

Kenaikan terjadi secara berantai mulai dari importir hingga potong hewan (RPH), satu di antaranya akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Penggemukan bibit sapi mayoritas masih impor dari India, Selandia Baru, dan Australia,” tuturnya.

Selain faktor kurs mata uang asing, penyesuaian harga BBM non-subsidi ikut mempermahal biaya operasional pengiriman logistik pangan di wilayah Jawa Barat.

“Kendaraan yang mengangkut pangan maupun operasional perdagangan saat ini menggunakan BBM nonsubsidi, Solar Industri dan Pertamax,” ujarnya.

Baca Juga: Manajemen Ungkap Alasan Pemilihan Rute Konvoi Persib Juara hingga Libatkan Skuad Lintas Generasi

Berdasarkan data monitoring Disperindag Jawa Barat, dampak kenaikan harga ini bervariasi di setiap pasar tradisional.

Di Pasar Cicalengka Kabupaten Bandung, dari 10 pedagang kini hanya tersisa dua orang yang bertahan demi menghabiskan stok. Harga daging sapi di Pasar Cicalengka mulai dari Rp150.000 sampai Rp160.000 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, di mana lapak-lapak kosong ditinggalkan pedagangnya karena melakukan aksi mogok jualanm

Sementara di Pasar Sehat Soreang dan RTC Rancaekek di Kabupaten Bandung serta Pasar Tagog Padalarang di Kabupaten Bandung Barat para pedagang mulai merekayasa jadwal libur kolektif sebagai bentuk protes.

Sedangkan, di Pasar Kordon Kota Bandung para pedagang masih berjualan walaupun ketersediaan menipis. Mereka menjual daging sapi dengan harga Rp160.000.

Kendati masih ada pedagang daging sapi yang berjualan secara normal, mereka mengeluhkan penurunan omzet dan kenaikan harga.

Suplai Daging di Jawa Barat Masih Surplus

Nining menambahkan, pasokan total daging sapi dan kerbau di Jawa Barat sebenarnya berada pada posisi surplus.

Merujuk pada data Neraca Pangan Kabupaten/Kota, ketersediaan daging saat ini mencapai 21.604 ton, sementara angka kebutuhan riil masyarakat berada di kisaran 14.789 ton.

Kendati begitu, Disperindag Jawa Barat sudah berkoordinasi dan melaporkan masalah itu ke Kementerian Perdagangan terkait fenomena.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tak Persoalkan Pemprov Jawa Barat Bongkar Lapak PKL di Jalan Prof Eyckman

“Sebenarnya masih surplus 6.815 ton. Kami sudah melaporkan, tapi belum tahu apa solusi dari kementerian,” ujarnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |