harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat memastikan laju inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan terkendali di kisaran 2 persen. Namun, Pemprov siap mengintervensi pasar karena ada indikasi kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah menjelang Idul Adha.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengataka, angka inflasi saat ini masih berada di bawah batas psikologis maksimal sebesar 3,5 persen.
Sesuai dengan instruksi Gubernur Dedi Mulyadi, jajaran birokrasi harus bergerak cepat memantau stabilitas harga. Tujuannya agar tidak membebani daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
“Sampai hari ini inflasi di Jawa Barat masih terkendali. Karena inflasi itu kan rentangnya 1,5 sampai 3,5 persen. Yang idealnya kan di 2,5 persen. Inflasi itu kan harus terkendali, ya 2,5 persen. Atau 1 persen di atas, 3,5 maksimal. 1 persen di bawah, 2,5. Dan tempo hari, inflasi di Jawa Barat kisaran 2 persen,” kata Herman, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Jelang Iduladha 2026, Stok Hewan Kurban di Jawa Barat Dipastikan Aman
Antisipasi Kenaikan Harga Daging Sapi Jelang Idul Adha
Pemprov Jabar mengakui telah menerima masukan dan laporan dari lapangan mengenai adanya indikasi kenaikan harga daging sapi yang dikabarkan menembus angka Rp160.000 per kilogram.
Herman pun akan menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat untuk melakukan verifikasi data ke berbagai pasar tradisional.
Baca Juga: Peternak Sapi dan Domba di Kota Banjar Sebut Omzet Turun, Harap Penjualan Meningkat
Apabila, indikasi kenaikan harga tersebut terbukti benar dan mulai melampaui batas kewajaran, pemerintah daerah bersama 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat akan langsung menggulirkan langkah penanganan.
“Jika ada, kami kami harus intervensi bersama 27 kabupaten/kota. Bisa melalui pasar bersubsidinya, operasi pasar, pasar murah, dan lainnya,” ujarnya.
Pemprov Jawa Barat mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi pembelian secara berlebihan atau panic buying dalam menghadapi dinamika harga.
Seluruh instansi, termasuk Disperindag pasti mengedepankan pendekatan ilmiah atau scientific serta akuntabel dalam merumuskan solusi cepat guna memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan tetap terjaga di pasar.
Baca Juga: Kerbau untuk Kurban Idul Adha Ditemukan Mati di Dalam Sumur, Pemilik Heran Bisa Lepas dari Ikatan
“Masyarakat tetap tenang saat terjadi dinamika harga. Pak Gub sudah menginstruksikan birokrasi untuk menjaga harga. Kan syarat tiga, satu harga terjangkau, dua pasokan tersedia, dan ketiga mobilitas lancar,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

8 hours ago
7

















































