Pengabdian Serma Sudrajat di Balik Seragam TNI, Bangun Tempat Ngaji Demi Anak-anak Pangandaran!

9 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Anggota TNI, Sersan Mayor (Serma) Sudrajat yang bertugas di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memilih mengabdikan hidupnya lebih jauh untuk masa depan generasi muda. Bukan melalui kemewahan atau fasilitas besar, melainkan lewat ketulusan. Ia membangun tempat mengaji sederhana demi anak-anak di pelosok Pangandaran agar memiliki bekal agama yang kuat.

Sejak bertugas di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019, anggota Kodim 0625/Pangandaran itu melihat satu kenyataan yang menggugah hatinya. Banyak anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya membutuhkan perhatian dalam pendidikan agama. Dari kegelisahan itulah, lahir sebuah niat mulia.

Bersama sang istri, Serma Sudrajat mulai mengajar anak-anak mengaji secara sederhana di Masjid sekitar Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Namun karena masjid juga digunakan untuk berbagai kegiatan lain, proses belajar anak-anak sering terganggu.

Tidak ingin semangat para santri kecil itu padam, ia pun memberanikan diri membangun sebuah aula minimalis untuk tempat belajar mengaji di samping kediamannya. Semua dilakukan dengan modal pribadi, tanpa bantuan pemerintah.

“Awalnya kami hanya berpikir bagaimana anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan fokus. Kami nekat membangun tempat sederhana untuk mereka,” kata Serma Sudrajat, Rabu 20 Mei 2026.

Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Mobil Dinas hingga KTMDU Jadi Sasaran Operasi Pajak Bapenda Pangandaran

Perjalanan Anggota TNI Serma Sudrajat Bangun Madrasah Diniyah di Pangandaran

Perjalanan membangun Madrasah Diniyah Takmiliyah (Ula) Al-Ghafuur tidak selalu mudah. Namun ketulusan niat rupanya mengetuk banyak hati. Di tengah proses pembangunan, datang bantuan dari orang-orang yang peduli tanpa pernah diminta.

“Alhamdulillah, ada hamba Allah yang ikut membantu. Padahal kami tidak meminta apa pun,” tambah Serma Sudrajat.

Dari hanya tujuh anak, kini madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia itu telah memiliki sekitar 60 santri dengan usia mulai lima tahun. Hebatnya lagi, seluruh proses belajar dilakukan tanpa pungutan biaya, termasuk bagi anak-anak yatim yang ikut menimba ilmu.

Bagi Serma Sudrajat, pendidikan agama bukan soal keuntungan materi. Melihat anak-anak memiliki pondasi akhlak dan agama sudah menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.

“Saya tidak melihat materi. Anak-anak punya tameng agama itu sudah jadi kepuasan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda Pangandaran, Agus Nurdin Fokus Sehatkan Keuangan Daerah

Di sela tugas sebagai abdi negara, ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar para santri setiap sore. Bahkan, guru ngaji yang membantu di madrasah tersebut diberi upah menggunakan uang pribadinya sendiri.

“Kalau untuk guru ngaji, itu prioritas kami. Bagaimanapun caranya harus ada, karena kami tidak ingin merugikan orang,” tuturnya.

Tidak Pernah Mewajibkan Pembayaran

Ketulusan itu pula yang membuat banyak orang tua murid ikut tergerak. Meski terkadang ada yang memberikan bantuan seadanya, Serma Sudrajat menegaskan dirinya tidak pernah mewajibkan pembayaran apa pun.

“Kami hanya ingin ikhlas mengajar. Kalau ada yang memberi, kami terima sebagai bentuk doa dan dukungan, bukan kewajiban,” katanya.

Kini, Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Ghafuur semakin berkembang. Bahkan santri yang datang tidak hanya berasal dari Kecamatan Parigi, tetapi juga dari luar wilayah tersebut. Materi pembelajaran pun disesuaikan dengan usia anak-anak, mulai dari dasar membaca iqra, salat, hingga pembentukan akhlak.

Meski sudah berjalan selama tiga tahun, Serma Sudrajat masih memiliki harapan besar. Ia ingin madrasah yang dibangunnya bisa berkembang menjadi yayasan pendidikan formal agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

“Harapannya ke depan bisa menjadi yayasan dan memiliki bangunan lantai dua supaya pendidikan di sini bisa terus berkembang,” ungkap Serma Sudrajat.

Program mulia yang digagas Serma Sudrajat pun mendapat dukungan penuh dari Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan. Bahkan, sang Dandim berharap akan lahir lebih banyak sosok seperti Sudrajat di tengah masyarakat.

Baca Juga: Imbauan Penting dari RSUD Pandega Pangandaran di Hari Lupus Sedunia, Jangan Anggap Sepele

“Alhamdulillah, pak Dandim memberikan support kepada kami. Itu menjadi semangat baru untuk kami,” ujarnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |