Jambore Penyuluh Pertanian Ciamis; Dorong 30 Persen Cadangan Pangan dan Target 1 Hektare Organik per Desa

3 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Di tengah tantangan global sektor pertanian yang kian dinamis, peran penyuluh lapangan kembali ditegaskan sebagai garda terdepan pembangunan agraris. Semangat kebersamaan tersebut bergemuruh di puncak Bukit Move On, Objek Wisata Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Hal ini berlangsung dalam perhelatan akbar Jambore Penyuluh Pertanian yang dihelat pada Selasa (11/8/2026) lalu.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Ciamis Matangkan Rencana Aksi Berbasis Potensi Lokal

Ratusan Penyuluh Pertanian Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Ciamis berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten Ciamis. Kali ini jambore tersebut mengusung tema “Penyuluh Menginspirasi, Petani Berdaya, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Agenda ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis beserta jajaran strategis. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Komisi Penyuluhan Pertanian.

Strategi Ketahanan Pangan Melalui Jambore Penyuluh Pertanian

Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana mengatakan, bahwa urgensi peran penyuluh yang tidak sekadar mendampingi teknis budidaya. Melainkan menjadi jembatan penerjemah kebijakan pemerintah agar dirasakan langsung manfaatnya di tingkat akar rumput.

Salah satu pesan penting yang disoroti dalam forum Jambore Penyuluh Pertanian tersebut, adalah penguatan ketahanan pangan, yang wajib dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga petani. Selain itu, para penyuluh diinstruksikan untuk mengedukasi masyarakat tani agar mengubah pola pengelolaan hasil panen demi mengantisipasi kerawanan pangan.

“Petani diimbau agar tidak menjual seluruh hasil panennya ke pasar. Paling tidak, sekitar 30 persen dari total hasil panen harus disisihkan sebagai cadangan pangan keluarga,” kata Ape Ruswandana, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Ciamis Perkuat SDM Pertanian, Puluhan Penyuluh dan Petani Ikuti Pelatihan hingga Sertifikasi Kompetensi

Selain ketahanan pangan rumah tangga, sambungnya, momentum Jambore Penyuluh Pertanian ini juga merumuskan arah kebijakan baru yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah Kabupaten Ciamis secara resmi mendorong program percontohan padi organik seluas 1 hektare di setiap desa.

Program ini menuntut kolaborasi lintas sektor yang masif. Pemerintah daerah, desa, penyuluh, kelompok tani, hingga seluruh pemangku kepentingan, diminta turun tangan mengawal realisasinya secara bersama-sama. “Hal ini guna mendongkrak nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Tidak hanya diisi dengan forum diskusi dan arahan strategis, rangkaian penutup Jambore Penyuluh Pertanian ini juga mencairkan suasana melalui berbagai aktivitas team building. Selain itu, berlatar pemandangan alam Bukit Move On yang sejuk, para peserta mengikuti serangkaian permainan kolaboratif. Permainan tersebut dirancang khusus untuk menguji kekompakan dan mempererat komunikasi.

Baca Juga: Perkuat SPBE, Pemkab Ciamis Gagas Inovasi Digital SI-PETANI Sektor Pertanian

“Melalui kegiatan tersebut, soliditas antar-ASN di Ciamis diharapkan semakin kokoh demi mengawal kemajuan sektor agraris di Tatar Galuh,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |