harapanrakyat.com,- Keluhan warga Kecamatan Saguling terkait kerusakan parah Jalan Purabaya-Jati akhirnya dijawab tindakan nyata. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk memulai perbaikan tahap pertama di jalur yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna jalan.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, kondisi jalan tersebut sebenarnya telah mengalami kerusakan berat selama kurang lebih 10 tahun.
Selama periode itu, warga dan pengendara yang melintas harus berhadapan dengan permukaan Jalan Purabaya-Jati yang berlubang, retak, dan tidak rata. Tak jarang kondisi ini menyebabkan kecelakaan serta memperlambat mobilitas warga sehari-hari.
Baca Juga: DPRD KBB Janji Kawal 131 Proyek Strategis Infrastruktur Jalan, Warga Pasirlangu Tunggu Bukti
“Sudah sekitar sepuluh tahun kondisinya rusak berat. Baru pada tahun ini kita memiliki anggaran dan kesempatan untuk melaksanakan perbaikan. Pada tahap pertama ini, kita fokus menangani bagian terparah sepanjang 934,5 meter,” terang Jeje, Jumat (14/8/2026).
Bagian tersebut akan dibangun ulang menggunakan konstruksi beton yang lebih kokoh dan tahan lama. Untuk pengerjaannya terbagi menjadi dua segmen agar dapat berjalan lebih teratur.
Data lengkap dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat mencatat total panjang ruas Jalan Purabaya-Jati mencapai 13.030 meter atau lebih dari 13 kilometer.
Dari keseluruhan jalur tersebut, lanjut Jeje, rincian kondisinya menunjukkan jika 6.798 meter masih dalam kondisi baik, dan 1.253 meter rusak ringan. Kemudian, 132 meter rusak sedang, dan yang paling mendesak sepanjang 4.847 meter masuk kategori rusak berat. Angka itu hampir sepertiga dari seluruh jalur yang membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Biaya Perbaikan Jalan Purabaya-Jati Kecamatan Saguling
Cakupan kerusakan yang sangat luas dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun ulang sekaligus seluruh jalur mencapai angka yang sangat besar. Pemkab pun memutuskan melaksanakan perbaikan secara bertahap.
“Prioritas pertama diberikan pada bagian yang kondisinya paling rusak dan paling sering dilalui warga. Tepatnya di kawasan yang menjadi penghubung pemukiman warga Purabaya dan Jati,” jelasnya.
Konstruksi pelapisan beton dipilih sebagai solusi karena dinilai lebih tahan terhadap beban kendaraan berat serta cuaca ekstrem. Sehingga diharapkan masa pakainya lebih panjang dibandingkan aspal. Mengingat Jalan Purabaya-Jati dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi dan aktivitas warga setempat yang cukup padat. Sehingga perawatan rutin dapat ditekan ke depannya.
Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus memasukkan sisa bagian yang rusak ke dalam rencana anggaran tahun-tahun mendatang. Warga pun berharap agar setelah perbaikan tahap pertama selesai, pengerjaan dapat berlanjut tanpa jeda terlalu lama. Sehingga konektivitas antar desa yang terputus-putus akibat jalan rusak dapat pulih sepenuhnya.
Menurut Jejej, langkah ini sekaligus menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur di wilayah pinggiran. Jalan yang baik bukan sekadar perkara kenyamanan berkendara. Tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat perjalanan ke sekolah dan pelayanan kesehatan. Serta mengangkat taraf kehidupan warga di Kecamatan Saguling dan sekitarnya. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
5

















































