Mengapa Pembentukan Bintang di Galaksi Andromeda Terus Menurun Drastis?

3 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Pembentukan bintang Galaksi Andromeda dilaporkan terus mengalami penurunan yang sangat mendalam selama ratusan juta tahun terakhir. Fakta ilmiah ini terungkap melalui analisis data mutakhir yang dikumpulkan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA. Para astronom kini mencoba memahami penyebab di balik melemahnya aktivitas pembentukan bintang di tetangga terdekat Bima Sakti ini.

Baca juga: Satelit CosmoCube, Inovasi Radio Astronomi di Sisi Jauh Bulan untuk Menjelajahi Zaman Kegelapan

Berdasarkan studi terbaru pada Juli 2026, penurunan tajam ini terjadi dalam kurun waktu 500 juta tahun ke belakang. Tim peneliti internasional mengamati adanya perlambatan yang semakin curam khususnya sejak 40 juta tahun yang lalu. Padahal, galaksi spiral ini sempat mengalami masa keemasan produksi bintang yang sangat aktif sekitar dua miliar tahun silam.

Guna memetakan sejarah kosmis tersebut, para ilmuwan mengandalkan dua survei besar yang mencakup dua pertiga piringan Andromeda. Mereka berhasil menganalisis sekitar 200 juta bintang individu secara detail menggunakan teknologi pencitraan Hubble yang sangat tajam. Langkah ini memberikan pandangan global yang mustahil didapatkan dari dalam galaksi kita sendiri karena keterbatasan sudut pandang.

Analisis Penurunan Pembentukan Bintang Galaksi Andromeda

Aktivitas pembentukan bintang Galaksi Andromeda kini tercatat hanya menghasilkan sekitar seperlima dari massa matahari setiap tahunnya. Angka tersebut merosot tajam dibandingkan kondisi setengah miliar tahun lalu yang masih mencapai satu massa matahari per tahun. Sebagai perbandingan, galaksi Bima Sakti saat ini masih mampu melahirkan bintang baru dengan kecepatan satu massa matahari per tahun.

Para astronom menemukan bahwa penurunan aktivitas ini sebagian besar dipicu oleh meredupnya wilayah cincin gas luar. Struktur cincin yang terletak sekitar 32,000 tahun cahaya dari pusat galaksi ini merupakan tempat pembibitan bintang yang dominan. Meredupnya cincin gas tersebut secara langsung menyeret turun tingkat produktivitas kelahiran bintang baru di seluruh wilayah Andromeda.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang Lubang Hitam Baru di Fajar Kosmik

Kondisi ini diperkirakan sebagai fase istirahat alami setelah galaksi tersebut melalui masa pembentukan bintang yang sangat melelahkan. Meskipun bahan baku gas dan debu masih tersedia, intensitas pembentukan bintang baru tetap melambat secara konstan. Penurunan ini memberikan gambaran jelas mengenai siklus hidup galaksi raksasa yang mulai memasuki masa pensiunnya.

Dugaan Keterlibatan Galaksi Satelit M32 dalam Perlambatan Kosmis

Para ilmuwan menaruh kecurigaan besar pada M32, sebuah galaksi satelit kerdil yang berada sangat dekat dengan Andromeda. Jarak kedua galaksi ini diperkirakan hanya terpaut sekitar 16.000 tahun cahaya di bidang langit saat ini. Interaksi pasang surut gravitasi akibat tabrakan masa lalu diduga kuat mengganggu stabilitas piringan gas milik Andromeda.

Wilayah Andromeda yang paling dekat dengan posisi M32 memang menunjukkan penurunan aktivitas kelahiran bintang yang lebih ekstrem. Gejala penurunan lokal tersebut terdeteksi mulai terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu menurut hasil rekonstruksi data. Kendati demikian, kepastian efek bullying dari satelit kerdil ini masih belum dapat dibuktikan sepenuhnya.

Baca juga: Satelit CosmoCube, Inovasi Radio Astronomi di Sisi Jauh Bulan untuk Menjelajahi Zaman Kegelapan

Para astronom kesulitan memastikan interaksi fisik tersebut karena posisi spasial tiga dimensi M32 belum diketahui secara mutlak. Model teoretis yang ada juga menunjukkan ketidakcocokan garis waktu antara awal perlambatan dengan waktu tabrakan yang diperkirakan. Namun, M32 tetap menjadi tersangka utama yang paling logis dalam menjelaskan gangguan lokal pada piringan gas Andromeda.

Survei Masa Depan Menggunakan Teleskop Luar Angkasa Roman

Harapan untuk memecahkan misteri kosmis ini kini bertumpu pada Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA. Teleskop canggih tersebut direncanakan meluncur ke luar angkasa paling cepat pada tanggal 30 Agustus 2026 mendatang. Dengan sudut pandang seratus kali lebih luas dari Hubble, Roman mampu memotret seluruh piringan Andromeda sekaligus.

Baca juga: Pesona Eksotis Sistem Bintang Ganda ASKAP J1745

Survei inframerah dekat dari teleskop Roman akan memetakan ratusan juta bintang tambahan di wilayah halo galaksi tersebut. Data baru ini sangat penting untuk mengungkap proses “pre-processing” dan dampak lingkungan pada galaksi kerdil di sekitarnya. Penyelidikan mendalam terhadap pembentukan bintang Galaksi Andromeda ini diharapkan mampu memberikan analogi penting bagi evolusi galaksi Bima Sakti kita. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |