Program Bulan NASA 2026, Strategi Baru dan Pensiun Dini Roket SLS

3 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Program bulan NASA menghadapi restrukturisasi drastis melalui proposal anggaran tahun fiskal 2026 yang diajukan oleh Gedung Putih. Anggaran ini memangkas dana NASA hingga sekitar $18,8 miliar atau berkurang $6,34 miliar dari tahun sebelumnya. Perubahan besar ini mencakup pembatalan sistem peluncuran legasi untuk beralih ke layanan komersial yang lebih efisien.

Baca juga: Astronaut NASA Mike Fincke Pensiun Usai 30 Tahun Mengabdi

Prioritas utama lembaga antariksa tersebut kini dialihkan dari stasiun orbit menuju pembangunan infrastruktur pangkalan permanen di permukaan Bulan. Langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat kehadiran manusia secara berkelanjutan di wilayah kutub selatan Bulan. Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa fokus baru ini akan memanfaatkan komitmen mitra internasional untuk mendukung tujuan tersebut.

Meskipun menghadapi pemangkasan dana yang signifikan, ambisi Amerika untuk mendahului China tetap menjadi inti dari kebijakan ini. NASA dipaksa untuk mencari langkah-langkah yang lebih hemat biaya melalui kolaborasi yang lebih erat dengan sektor swasta. Pergeseran strategi ini menandai berakhirnya era ketergantungan pada teknologi yang dikembangkan sepenuhnya oleh pemerintah.

Dampak Anggaran 2026 terhadap Program Bulan NASA

NASA berencana memensiunkan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion segera setelah misi Artemis III selesai dilaksanakan. Pembatalan ini dilakukan karena biaya peluncuran SLS yang mencapai $4 miliar per penerbangan dianggap terlalu membebani anggaran. Isaacman menyatakan bahwa meluncurkan roket kompleks setiap tiga tahun bukanlah jalur yang tepat menuju kesuksesan jangka panjang.

Pemerintah secara resmi mengarahkan NASA untuk mengganti sistem legasi tersebut dengan alternatif komersial yang sudah tersertifikasi. Keputusan ini diambil karena adanya keterlambatan berkelanjutan dan pembengkakan biaya pada arsitektur misi Artemis sebelumnya. Transisi ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi peluncuran sekaligus memperkuat aspek keselamatan astronot melalui teknologi yang lebih modern.

Baca juga: Pemetaan Bentuk Bumi 3D Berbasis Medan Gravitasi NASA, Hasilnya tidak Bulat

Langkah penghematan ini juga mencakup penghentian pengembangan tahap atas roket SLS yang lebih kuat, yakni Exploration Upper Stage (EUS). Sebagai gantinya, NASA akan menggunakan versi standar roket yang telah ada untuk menyelesaikan misi-misi awal Artemis. Fokus pada efisiensi ini merupakan respons langsung terhadap tekanan anggaran dari Kongres dan tuntutan persaingan global.

Proyek stasiun luar angkasa Lunar Gateway resmi dihentikan karena dianggap sebagai gangguan finansial bagi ambisi pendaratan di permukaan. Keputusan ini berpotensi merusak kepercayaan mitra internasional seperti Eropa, Jepang, dan Kanada yang telah berinvestasi miliaran dolar. Sejumlah modul stasiun yang sudah dibangun kemungkinan akan dialihfungsikan untuk mendukung infrastruktur di permukaan Bulan atau misi Mars.

Badan Antariksa Eropa (ESA) kini sedang mengevaluasi implikasi dari pengumuman tersebut terhadap program eksplorasi mereka sendiri. ESA bahkan mulai membuka peluang untuk mengubah kontribusi mereka menjadi misi mandiri atau mencari kemitraan di luar Amerika Serikat. Sementara itu, Kanada berencana mengadaptasi lengan robotik Canadarm3 untuk digunakan pada stasiun luar angkasa komersial masa depan.

Revisi Jadwal Artemis dan Transisi ke Landers Komersial

Misi Artemis II yang membawa kru mengelilingi Bulan dijadwalkan meluncur pada awal April 2026 setelah mengalami berbagai kendala teknis. Sementara itu, misi Artemis III diubah dari pendaratan manusia menjadi uji coba docking di orbit Bumi rendah (LEO). Pendaratan manusia pertama di permukaan Bulan sejak era Apollo kini ditargetkan baru terjadi pada misi Artemis IV tahun 2028.

Baca juga: Persiapan Peluncuran Teleskop Nancy Grace Roman Pemeta Semesta Terbaru NASA

NASA akan mengandalkan pendarat komersial dari perusahaan SpaceX dan Blue Origin untuk mengirim astronot dari orbit menuju permukaan. SpaceX sedang mengembangkan Starship HLS, sementara Blue Origin menyiapkan pendarat Blue Moon untuk misi Artemis mendatang. NASA bertindak sebagai pelanggan yang membeli layanan transportasi lunar guna memastikan keberlanjutan ekonomi di luar angkasa.

Keberlanjutan program bulan NASA di masa depan akan sangat bergantung pada keberhasilan integrasi antara teknologi pemerintah dan inovasi sektor swasta. Dengan penghapusan sistem Gateway, jalur menuju pendaratan tahunan astronot di Bulan kini menjadi lebih langsung namun tetap penuh risiko. Semua mata kini tertuju pada kemampuan industri antariksa komersial untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh roket legasi NASA. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |