Satelit CosmoCube, Inovasi Radio Astronomi di Sisi Jauh Bulan untuk Menjelajahi Zaman Kegelapan

3 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Satelit CosmoCube merupakan proyek miniatur pesawat ruang angkasa yang dirancang untuk mendeteksi sinyal radio kuno dari masa awal alam semesta. Proyek yang dipimpin oleh ilmuwan Inggris ini bertujuan menangkap bisikan kuno dari Zaman Kegelapan kosmik. Lokasi pengamatan ini dipilih karena Bumi terlalu bising oleh gangguan sinyal elektronik dan efek atmosfer.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang Lubang Hitam Baru di Fajar Kosmik

Zaman Kegelapan kosmik merupakan periode misterius yang terjadi sekitar 380.000 tahun setelah peristiwa ledakan besar atau Big Bang. Hingga saat ini, para astronom belum pernah melakukan observasi langsung terhadap era sebelum munculnya bintang pertama. CosmoCube akan menjadi jendela pertama untuk melihat bagaimana materi mulai berkumpul membentuk galaksi.

Keunggulan Satelit CosmoCube dalam Mendeteksi Sinyal Hidrogen 21-cm

Misi utama instrumen ini adalah melacak garis 21 sentimeter yang dipancarkan oleh hidrogen netral di alam semesta awal. Sinyal tersebut berfungsi sebagai termometer fisik untuk mengukur suhu gas pada masa transisi tersebut. Melalui data tersebut, ilmuwan dapat mempelajari pengaruh materi gelap terhadap suhu gas hidrogen.

Baca juga: Fisikawan Klaim Tahu Batas Alam Semesta Teramati Jadi Lokasi Tuhan

Teknologi spektrometer yang digunakan berbasis sistem RFSoC Xilinx untuk mengintegrasikan konverter analog ke digital secara efisien. Desain ini memungkinkan satelit kecil tersebut memiliki kemampuan pemrosesan sinyal yang setara dengan instrumen jauh lebih besar. Perangkat ini dirancang khusus agar tetap stabil dalam kondisi suhu ekstrem di lingkungan luar angkasa.

Penggunaan algoritma statistik Bayesian akan membantu tim peneliti di Bumi untuk membersihkan data dari gangguan galaksi Bima Sakti. Hal ini sangat penting karena radiasi galaksi kita jauh lebih kuat dibandingkan sinyal hidrogen awal. Dengan teknik pola pengenalan canggih, bisikan kuno yang sangat lemah dapat diidentifikasi secara akurat.

Sisi jauh Bulan bertindak sebagai perisai alami yang memblokir semua gangguan radio antropogenik dari arah planet Bumi. Selama 40 menit dari setiap dua jam orbitnya, satelit akan berada dalam zona hening total. Keheningan ini sangat krusial karena frekuensi rendah yang dicari sering kali tertutup oleh siaran radio FM.

Bumi memiliki lapisan ionosfer yang memantulkan frekuensi radio rendah sehingga pengamatan dari daratan menjadi sangat sulit dilakukan. Satelit ini akan membentangkan antena radio ringan di ruang hampa untuk menangkap gelombang yang terdistorsi tersebut. Orbit rendah Bulan memberikan kestabilan lingkungan yang diperlukan untuk kalibrasi instrumen dalam jangka panjang.

Roadmap Pengembangan dan Kolaborasi Internasional Misi CosmoCube

Konsorsium internasional ini melibatkan institusi terkemuka seperti University of Cambridge, University of Portsmouth, dan STFC RAL Space. Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari UK Space Agency melalui program bilateral sains antar lembaga. Kolaborasi lintas negara ini memastikan ketersediaan keahlian terbaik dalam bidang instrumentasi dan kosmologi.

Baca juga: Persiapan Peluncuran Teleskop Nancy Grace Roman Pemeta Semesta Terbaru NASA

Saat ini, prototipe fungsional sedang menjalani serangkaian uji coba lingkungan yang ketat di fasilitas laboratorium spesialis. Para peneliti menargetkan peluncuran satelit ini dapat terlaksana dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Rencana jangka panjang misi ini adalah mencapai orbit bulan yang stabil sebelum akhir dekade ini.

Keberhasilan misi ini akan menjadi pembuktian bahwa satelit kecil berbiaya rendah mampu menjawab teka-teki terbesar mengenai sejarah kosmos. Melalui data dari satelit CosmoCube, manusia akan memahami bagaimana alam semesta berubah dari kegelapan menjadi penuh bintang. Penemuan ini berpotensi mendefinisikan ulang model kosmologi standar yang kita gunakan untuk memahami realitas saat ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |