Di kalangan penghobi tanaman hias maupun kolektor, jenis bonsai waru kerap jadi opsi menarik. Selain karena batang waru yang unik serta mudah membentuknya, jenis bonsai satu ini juga punya nilai jual tinggi. Bahkan tidak sedikit pebisnis yang mampu mendulang keuntungan hingga jutaan rupiah dari satu pohon saja.
Baca Juga: Unik dan Cantik, Ini Jenis Tanaman Liar yang Bisa di Bonsai
Inilah Jenis Bonsai Waru yang Populer untuk Koleksi hingga Budidaya
Sebelum mengenal berbagai jenisnya, penting untuk memahami karakter dasar tanaman waru yang membuatnya begitu masyarakat minati. Waru atau Hibiscus tiliaceus merupakan tanaman dari suku kapas-kapasan (Malvaceae). Tanaman ini terkenal dengan sebutan waru laut atau dadap laut karena banyak tumbuh di wilayah pesisir pantai.
Waru berasal dari kawasan Pasifik Barat dan menyebar luas ke berbagai daerah tropis. Mulai dari Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga Kepulauan Hawaii. Sebagai anggota marga kembang sepatu, pohonnya dapat tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 15 meter. Karakter pertumbuhan yang cepat serta batangnya lentur menjadikannya bahan bonsai favorit sejak tahun 2000-an.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan tanaman ini beradaptasi di berbagai kondisi cuaca. Tidak heran jika banyak penghobi menjadikan waru sebagai koleksi bonsai utama di rumah maupun saat kontes. Berikut ini beberapa jenis bonsai waru terpopuler sekaligus memiliki nilai jual mahal di pasaran.
1. Waru Lokal

Jenis lokal adalah spesies yang paling umum tumbuh di Indonesia. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk menyerupai hati. Sedangkan bunganya kuning cerah yang cukup mencolok. Di kalangan pecinta bonsai, waru lokal sangat terkenal karena punya kemampuan adaptasi mumpuni. Selain itu, karakter batangnya mampu meliuk secara eksotis pasca proses pembentukan rutin.
Baca Juga: Rahasia Budidaya Bonsai Kimeng, Peluang Usaha Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Keunggulan lain adalah pertumbuhannya yang relatif cepat. Hal itu memudahkan proses pembesaran batang dibanding beberapa jenis bonsai lainnya. Kisaran harganya di pasaran cukup bervariasi. Bakalan kecil hingga sedang terjual mulai Rp50.000 – Rp150.000. Sementara bonsai jadi atau siap kontes dapat mencapai Rp3 juta atau lebih
2. Waru Landak

Selanjutnya ada jenis bonsai waru landak atau Hibiscus mutabilis L. Ini merupakan tipe yang cukup unik dan banyak kolektor buru. Mereka memiliki ukuran daun lebih kecil dari waru lokal, yakni sekitar 5 hingga 8 cm. Bunganya tumbuh dari ketiak daun dan biasanya berkumpul di ujung tangkai.
Salah satu daya tarik waru landak adalah perubahan warna bunganya. Pada pagi hari bunga umumnya berwarna putih. Saat jelang sore, mereka dapat berubah menjadi merah sebelum akhirnya layu. Harga bakalan antara Rp200.000 – Rp500.000. Sedangkan produk jadi untuk koleksi dan kontes berkisar Rp7 jutaan.
3. Waru India

Waru India termasuk salah satu jenis bonsai yang laris manis. Menurut sejumlah penghobi, bibit waru India diduga berasal dari Taiwan. Kemudian masuk ke India sebelum akhirnya menyebar ke banyak wilayah. Ciri khasnya terletak pada daun tebal. Karakter ini memberikan tampilan kokoh pada bonsai.
Selain itu, waru India juga memiliki pertumbuhan yang cukup baik. Bahkan mampu menghasilkan percabangan yang rapi jika teknik pemangkasan atau pruningnya tepat. Jenis ini sering penghobi pilih sebagai bahan bonsai gaya tegak maupun semi-cascade. Harga untuk produk matang mulai dari Rp3 juta – Rp20 juta.
Baca Juga: Cara Membentuk Bonsai Asem Jawa dengan Nilai Jual Jutaan
Jenis bonsai waru bisa menjadi pilihan menarik bagi yang ingin memulai hobi atau membuka usaha dari tanaman hias. Dari sisi harga, jenis bakalan bonsai waru umumnya dapat ditemukan mulai dari puluhan ribu rupiah. Namun, setelah melalui proses pembentukan selama beberapa tahun, nilai jualnya bisa meningkat menjadi jutaan. Jika di sekitar tempat tinggal Anda terdapat pohon waru liar, tidak ada salahnya mulai mengamati potensi batang dan perakarannya. (R10/HR-Online)

5 hours ago
7

















































