Kades Wanakerta Garut Minta Maaf Terbuka kepada Masyarakat, Upaya Islah Pasca Mosi Tidak Percaya

9 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Polemik yang sempat memanas di Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, akhirnya memasuki babak baru. Kepala Desa (Kades) Wanakerta, Ii Sunarkawan, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, tokoh masyarakat, perwakilan RW, forum warga, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Pemakzulan Kades Wanakerta Garut Masuk Babak Baru, Apdesi Dorong Mediasi dengan Warga

Permintaan maaf tersebut menjadi bagian dari proses islah, antara pemerintah desa dan masyarakat. Hal itu setelah sejumlah persoalan internal pemerintahan desa memicu keresahan, hingga muncul tuntutan warga terhadap kepemimpinan kepala desa.

Prosesi islah kades dengan warga berlangsung di GOR Desa Wanakerta pada Jumat pagi. Puluhan warga, tokoh masyarakat, perwakilan forum, serta unsur BPD hadir dalam pertemuan tersebut, setelah sebelumnya mendapat undangan berkaitan dengan proses penyelesaian persoalan di Desa Wanakerta.

Sejumlah persoalan menjadi sorotan warga. Di antaranya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun 2022, 2023, dan 2024. Selain persoalan PBB, masyarakat juga meminta adanya keterbukaan dalam pengelolaan tanah carik desa, kekosongan jabatan sekretaris desa (sekdes) dan perangkat desa.

Rangkaian persoalan tersebut sebelumnya telah dibawa ke sejumlah forum. Audiensi masyarakat berlangsung di Aula Desa Wanakerta pada 4 Agustus 2026. Persoalan kemudian kembali dibahas dalam musyawarah di Aula Kecamatan Cibatu, pada 9 Agustus 2026.

Dari rangkaian pertemuan itu, muncul tuntutan warga sekaligus mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kades Wanakerta.

Baca Juga: BPD Resmi Ajukan Pemakzulan Kades Wanakerta ke DPMD Garut, Buntut Mosi Tidak Percaya Warga

Ada Kesepakatan Kades Wanakerta dan Warga dalam Proses Islah

Di hadapan publik, Ii Sunarkawan menyampaikan penyesalannya secara terbuka dan berjanji untuk memperbaiki kinerjanya ke depan. “Saya memohon maaf kepada warga Wanakerta yang adanya kegaduhan, memang tidak diharapkan oleh masyarakat,” katanya saat meminta maaf dihadapan warga dan BPD, Jumat (14/8/2026).

Ii berharap insiden tersebut menjadi kejadian yang terakhir kalinya. Lebih lanjut, ia menyatakan komitmennya untuk kembali menjalankan tugas serta fungsi kepemimpinan dengan baik. Dirinya juga berharap masyarakat Wanakerta berkenan memaafkan segala kesalahannya, dan sebaliknya ia menegaskan telah memberikan maaf kepada warga apabila terdapat kesalahan.

“Sekali lagi saya mohon maaf. Mudah-mudahan saya dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai peraturan, dan sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Selain meminta maaf secara terbuka, islah antara Kades Wanakerta dengan warga ini juga terdapat poin-poin yang disepakati. Kades harus membereskan persoalan yang disoal oleh warga. Kesepakatan islah ini merupakan salah satu proses pembatalan pemakzulan. Sehingga, kades diberi waktu untuk melakukan evaluasi segala hal yang jadi tuntutan warga.

Baca Juga: Surat Evaluasi Pengelolaan PBB Desa Wanakerta dari Bapenda Garut Bocor, Tunggakan Capai Rp 273 Juta

Proses islah ini memang tidak ada tanya jawab antara Kades Wanakerta, BPD, dengan masyarakat atau forum, seperti yang terjadi pada audensi beberapa waktu lalu. Pasca kesepakatan itu ditandatangani bersama, langsung masyarakat membubarkan diri. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |