Lampu Mati, Nyali Diuji; Jalur Pasir Cibereum Pangandaran Kembali Gelap Gulita

15 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Jalur nasional Cijulang–Cimerak, tepatnya di kawasan jalur Pasir Cibereum, Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali gelap gulita. Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya sempat menyala usai diperbaiki, kini kembali padam tanpa kejelasan, sehingga memicu keresahan pengguna jalan.

Baca Juga: Aktivis Kritik Lambatnya Proyek Pemasangan PJU Pangandaran di Jalur Wisata Utama

Kondisi ini menjadi sorotan karena Pasir Cibereum merupakan ruas jalan nasional yang relatif jauh dari permukiman warga. Saat memasuki kawasan ini, pengendara seolah memasuki lorong sunyi. Tidak ada lampu, minim aktivitas, hanya aspal panjang diapit pepohonan, memaksa pengendara mengandalkan keberanian dan doa.

Deretan tiang PJU yang berjajar di sepanjang jalur Pasir Cibereum kini kembali tidak berfungsi. Padahal, belum lama ini petugas dari Dinas Perhubungan Pangandaran disebut telah melakukan perbaikan. Namun entah apa penyebabnya, lampu-lampu tersebut kembali mati dan membiarkan jalur panjang itu tenggelam dalam kegelapan.

Jalur Pasir Cibereum Gelap Gulita, Pengendara Pilih Jalan Beriringan

Salah seorang pengendara, Junia, mengaku kondisi tersebut membuatnya tidak lagi merasa nyaman melintas sendirian pada malam hari. “Belum lama ini jalur Cimerak-Cijulang terang, PJU-nya hidup. Tapi tadi malam mati lagi. Biasanya saya pede, sekarang jadi seram,” kata Junia, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Polres Pangandaran Siap Tindak Pencurian Kabel PJU, Minta Pemda Segera Lapor

Rasa waswas itu membuatnya memilih menunggu kendaraan lain agar bisa melintas bersamaan. “Sekarang mah nunggu dulu kendaraan lain biar bareng. Kalau sendirian rasanya takut,” katanya menambahkan.

Menurut Junia, kondisi jalur Pasir Cibereum sebenarnya cukup baik dan mulus. Namun tanpa penerangan, jalan tersebut berubah menjadi lintasan yang menegangkan. “Tiang PJU-nya banyak, tapi tadi malam gak satu pun yang nyala. Jalannya panjang, jaid malam hari kayak di tengah hutan. Ya jelas merinding lah,” ujarnya.

Kekhawatiran pengendara tidak hanya soal rasa takut, tetapi juga menyangkut keamanan dan keselamatan. Lokasi yang jauh dari permukiman dinilai rawan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, sekaligus menyulitkan pengendara mencari pertolongan jika terjadi sesuatu. “Kalau ada apa-apa, mau minta tolong ke siapa? Jauh ke mana-mana,” tuturnya.

Selain itu, jalur Pasir Cibereum juga dikenal memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan, khususnya di area tikungan. Junia mengingat adanya kejadian kecelakaan fatal di lokasi tersebut pada masa lalu.

“Ada belokan rawan. Dulu pernah ada yang meninggal karena kecelakaan. Kalau ingat itu, lewat situ jadi makin merinding,” ungkapnya.

Baca Juga: Dishub Pangandaran Bangun Zona Selamat Sekolah dan Tambah PJU Baru di Sejumlah Titik

Meski malam itu ia berhasil melintas dengan selamat, Junia berharap pihak terkait segera turun tangan agar PJU di jalur Pasir Cibereum kembali menyala. “Alhamdulillah gak terjadi apa-apa. Tapi jangan nunggu kejadian dulu baru dibenahi,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |