harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai persoalan sampah plastik di Pantai Pangandaran, Jawa Barat sudah berada di tahap mengkhawatirkan. Padahal sebagai daerah wisata, masyarakat seharusnya malu apabila Pangandaran kotor. Susi pun mendorong penerapan sanksi tegas berupa denda Rp250 Ribu bagi siapa pun yang membuang sampah plastik sembarangan di kawasan wisata.
Seruan tersebut disampaikan Susi saat mengikuti aksi bersih-bersih pantai bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dan Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Kapolda Jabar Datang ke Pangandaran, Sampah Plastik Masih Berserakan di Pantai
Menurut Susi, lonjakan kunjungan wisatawan berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah plastik di Pangandaran. Salah satu kebiasaan yang disorot adalah penggunaan sedotan plastik, terutama saat wisatawan membeli kelapa muda.
“Saya mohon kepada turis dan perokok yang ke Pangandaran, kalau jajan kelapa muda sudah tidak usah pakai sedotan. Lebih nikmat diminum langsung, kalau sudah tua pakai sedotan malu sama anak kecil,” ujar Susi.
Untuk memberi efek jera, Susi mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran memperkuat aturan daerah terkait larangan membuang sampah plastik. Ia mengusulkan mekanisme denda yang melibatkan peran aktif masyarakat sebagai pengawas.
“Usul buat Bu Bupati, kalau buang sampah plastik sembarangan didenda Rp 250 ribu. Yang melaporkan bisa dapat 50 persen dari denda itu,” katanya.
Baca Juga: Cegah Pencemaran Air Laut, DLHK Pangandaran Warning Pelaku Usaha Segera Miliki IPAL Standar!
Ia menilai skema tersebut tidak hanya menekan perilaku membuang sampah sembarangan, tetapi juga memberi insentif bagi warga dan pedagang untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Pengalaman serupa di lingkungan tempat tinggalnya disebut terbukti efektif.
Malu Pangandaran Kotor, Susi Juga Soroti Masalah Kemacetan di Pangandaran
Selain sampah, Susi juga menyoroti persoalan kemacetan parah di Pangandaran saat musim libur. Menurutnya, aktivitas wisatawan yang menyeberang dari hotel ke pantai menjadi salah satu pemicu kepadatan lalu lintas.
Ia mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan orang sebagai solusi jangka panjang, dengan melibatkan perusahaan besar melalui program tanggung jawab sosial.
“Polisi sudah bekerja keras, tapi kalau volumenya terlalu banyak tetap macet. Solusinya jembatan penyeberangan. Perusahaan bisa bangun, lalu sebagai imbalannya mereka boleh pasang iklan gratis di sana selama lima tahun,” ujar Susi.
Susi juga mengimbau wisatawan mulai membiasakan membawa botol minum sendiri untuk mengurangi plastik sekali pakai. Ia mengingatkan agar masyarakat Pangandaran menjaga wilayahnya sendiri tanpa harus menunggu teguran dari pemerintah pusat.
“Jangan sampai ditegur Presiden gara-gara sampah. Kita harus malu kalau Pangandaran kotor. Wisatawan yang buang sampah sembarangan kalau perlu di-blacklist, jangan boleh ke Pangandaran lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Harapan Kajin Warga Pangandaran Dapat Kepastian Soal Tanah yang Diduga Diklaim Pemerintah Desa
Aksi bersih-bersih pantai tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pariwisata Pangandaran sangat bergantung pada kedisiplinan wisatawan dan keseriusan semua pihak menjaga lingkungan. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

17 hours ago
6

















































