harapanrakyat.com,- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kunci utama transformasi pendidikan tinggi di Indonesia terletak pada penguatan budaya riset yang berbasis di laboratorium.
Menurutnya, perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif di kancah global hanya bisa terwujud jika memiliki fondasi sains yang kokoh.
Menteri Brian menjelaskan, hasil akhir dari sebuah penelitian tidak boleh berhenti hanya sampai pada publikasi ilmiah semata.
“Pembangunan berkelanjutan bukan sekadar menyelesaikan riset dan menerbitkannya. Fokus utama kita adalah bagaimana pengetahuan dan penelitian tersebut memberikan dampak nyata, serta kontribusi bagi masyarakat,” tegasnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Usul Tambahan Anggaran untuk 2027, Segini Besarannya
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Soroti Peran Sentral Laboratorium
Berkaca pada berbagai universitas ternama di dunia, Brian Yuliarto menilai laboratorium memiliki peran sentral dalam menciptakan budaya riset yang produktif.
Namun, keberadaan fasilitas saja tidak cukup. Perlu dukungan dari dosen dan profesor untuk membangun atmosfer akademik yang aktif dan inovatif.
Untuk mempercepat pemerataan kualitas ini, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong terciptanya ekosistem kolaboratif antar-kampus melalui sistem mentorship. Perguruan tinggi yang sudah maju bertindak sebagai mentor dan pelatih (coach) bagi kampus lain.
Baca Juga: Kemensos Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Bisa Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Kemudian jejaring antar kampus, mengingat besarnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia, kerjasama menjadi kunci peningkatan mutu yang inklusif.
Visi “Diktisaintek Berdampak” untuk Ekonomi Nasional
Melalui visi strategis bertajuk “Diktisaintek Berdampak”, Kemendiktisaintek memposisikan sains dan teknologi sebagai motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi.
Baca Juga: Menarik! Prodi Kecerdasan Artifisial Ada di UI, Masuk Fakultas Ilmu Komputer
Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebutkan, terdapat delapan sektor prioritas yang menjadi fokus utama pengembangan. Yakni, ketahanan pangan dan kesehatan, energi dan maritime, digitalisasi, Kecerdasan Artifisial (AI), dan semikonduktor. Serta manufaktur maju, hilirisasi, dan pertahanan.
Menteri Brian juga mengajak seluruh mitra global untuk memperkuat kolaborasi yang bermakna. Pihaknya berharap, kerjasama internasional mampu mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan melalui optimalisasi peran pendidikan tinggi dan teknologi. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

4 hours ago
4

















































