Penemuan Fosil Bicharracosaurus dionidei di Argentina, Punya Struktur Tubuh Unik

6 hours ago 9

Fosil Bicharracosaurus dionidei menjadi penemuan baru oleh kalangan ilmuwan. Saat menemukannya, para ilmuwan merasa sangat terkejut. Hal ini karena dinosaurus baru berukuran raksasa tersebut memiliki struktur tubuh tak biasa.

Baca Juga: Penemuan Fosil Tulang Ekor Ornithomimosaurs, Dinosaurus Mirip Burung Unta

Penemuannya sendiri ada dalam kawasan Patagonia, Argentina. Karena struktur tubuhnya unik, ilmuwan pun semakin antusias untuk menelitinya. Bahkan ilmuwan menyadari bahwa penemuan tersebut bisa berpotensi ubah pandangan ahli tentang sejarah evolusi hewan purba ini pada masa Jurassic yang ada pada belahan bumi selatan.

Fosil Bicharracosaurus dionidei, Temuan Baru di Argentina

Saat pertama kali menemukan fosilnya, ilmuwan menyebut spesies tersebut memiliki kombinasi bentuk tubuh unik. Bentuk tubuhnya berasal dari kerabat Brachiosaurus dan Diplodocus. Hewan purba ini sendiri kemungkinan besar hidup 155 juta tahun yang lalu.

Temuan ini sendiri sudah terbit dalam PeerJ tanggal 16 April 2026. Dalam studi tersebut menyebut bahwa kalangan peneliti menjumpai lebih dari 30 ruas tulang belakang yang berasal dari bagian leher, ekor sampai punggung. Lalu juga menemukan beberapa tulang rusuk serta bagian panggul.

Jika mencermati struktur tulangnya, para ilmuwan memiliki kesimpulan tersendiri bahwa fosilnya dari tubuh yang sudah dewasa. Sebelum memberikan kesimpulan tersebut, ilmuwan tentu saja sudah menelitinya secara lebih mendalam. Dalam penelitian ini, ilmuwan juga berhasil mengungkap sejumlah karakteristiknya.

Karakteristik Bicharracosaurus

Menurut penelitian ilmuwan, fosil Bicharracosaurus dionidei mengungkap ukuran tubuhnya tak sebesar souropoda raksasa lainnya. Panjang tubuhnya sendiri kemungkinan sampai 20 meter. Lalu bagian lehernya terbilang panjang dengan ekor besar. Tubuh raksasa pada hewan ini khas spesies purba pemakan tumbuhan.

Baca Juga: Penemuan Fosil Gigi Maiasaura peeblesorum, Indukan yang Keibuan

Berbicara mengenai karakteristik hewan ini, ilmuwan menyebut bentuk tulangnya unik. Alasannya karena sebagian kerangkanya mirip Giraffatitan. Hewan ini berupa Brachiosaurid yang berasal dari Tanzania.

Akan tetapi, bagian tulang punggungnya mirip Diplodocus maupun kerabatnya yang berasal dari Amerika Utara. Ilmuwan juga melakukan analisis filogenetik yang menyebut bahwa hewan tersebut berkerabat dengan Brachiosauridae. Karena hal itu, hewan ini bisa jadi Brachiosauridae pertama yang berasal dari periode Jurassic dalam kawasan Amerika Selatan. Hal ini sebagaimana penjelasan Alexandra Reutter yang tak lain adalah penulis utama penelitian.

Asal-usul Penamaan Bicharracosaurus

Masih seputar penemuan hewan purba ini, ternyata penamaannya juga memiliki asal-usul tersendiri. Untuk kata Bicharracosaurus asalnya dari istilah Spanyol yaitu bicharraco. Istilah ini berarti hewan yang besar.

Kemudian soal kata Dionidei, rupanya terpilih untuk menghormati D. Mesa. Ia adalah penggembala yang menemukan tanda keberadaan fosil pada wilayah peternakan Patagonia untuk pertama kalinya.

Berkaitan dengan Evolusi di Gondwana

Berbicara mengenai temuan ini, rupanya berkaitan dengan evolusi di Gondwana. Tak mengherankan karena temuan ini sangat krusial. Alasannya karena sebagian besar temuan fosil hewan purba raksasa yang berasal dari periode Jurassic lebih banyak terjadi di Amerika Utara maupun belahan bumi utara.

Hal ini jauh berbeda dengan kondisinya pada wilayah bumi selatan. Hal ini karena ketersediaan data paleontologi dari wilayah tersebut terbilang masih sangat minim. Karena hal itu, temuan ini bisa jadi referensi baru sekaligus melengkapi garis evolusi Gondwana.

Ilmuwan memanfaatkan data yang berasal dari wilayah ini untuk menyusun potongan secara evolusi spesies purba wilayah selatan atau terkenal dengan sebutan Gondwana. Fosil Bicharracosaurus tersebut jadi bahan pembanding. Hal inilah yang membuat ilmuwan bisa semakin mudah untuk mempelajari fosilnya.

Karena temuan fosil ini, ilmuwan juga menyadari bahwa evolusi jenis spesies purba yang ada pada wilayah bumi bagian selatan kemungkinan besar jauh lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya. Meski begitu, kerangkanya belum lengkap sehingga tim peneliti masih kesulitan untuk memastikan bagaimana posisi evolusinya secara tepat.

Berkaitan dengan hal itu, tim ilmuwan memiliki dugaan tersendiri bahwa sisa tubuhnya mungkin saja terkubur tak jauh dari lokasi kematiannya. Selain itu, bagian tulang yang cenderung lebih ringan kemungkinan juga hilang seiring berjalannya waktu. Sedangkan untuk tulang dengan bobot lebih berat, kemungkinan tetap terawetkan.

Baca Juga: Kehidupan Bayi Dinosaurus T Rex Terungkap Lewat Penemuan Fosil Tahap Embrio

Fosil Bicharracosaurus dionidei memang mengejutkan ilmuwan. Hal ini karena struktur tubuhnya unik dan tak biasa. Untuk saat ini, fosil Bicharracosaurus dionidei tersebut ada dalam wilayah Museo Palaentologico Egidio Feruglio, Argentina. Ilmuwan pun masih terus mempelajarinya untuk mengungkap berbagai hal menarik lainnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |