Puluhan Tahun Berdiri, 63 Bangunan Liar di Dipatiukur Bandung Akhirnya Ditertibkan

8 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akhirnya melakukan penertiban terhadap puluhan bangunan liar (bangli) dan kios pedagang di kawasan Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, proses penertiban menyasar sekitar 63 unit bangunan yang berdiri di depan area kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jalan Dipatiukur. Selain itu, penertiban juga dilakukan hingga sepanjang Jalan Singaperbangsa.

Penertiban berlangsung sejak pukul 09.00 WIB berjalan kondusif menggunakan satu unit alat berat ekskavator. Hal ini dilakukan setelah melalui rangkaian prosedur sosialisasi yang panjang.

Baca juga: Sterilkan Trotoar Jalan AH Nasution Bandung, Tim Gabungan Tertibkan Lapak PKL dan Bangunan Liar

“Kios-kios di kawasan ini tercatat sudah memanfaatkan area publik selama lebih dari 20 tahun. Sekarang kami tertibkan dan kembalikan ke fungsinya karena bangli ini menyalahi Perda Nomor 9 Tahun 2019 Pasal 13 dan Pasal 20 (Tibumtranlinmas),” kata Bambang di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) 

Pendekatan Persuasif Tanpa Relokasi dan Kompensasi

Bambang berujar, sebelum melakukan pembongkaran bangli, pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

Petugas telah memberikan tenggat waktu pemahaman selama tujuh hari serta melayangkan Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP3. Oleh karena itu, sebagian besar pemilik kios berinisiatif mengosongkan dan membongkar sendiri.

“Pendekatan persuasif selama tujuh hari untuk segera membongkar sesuai aturan. Tapi tidak juga, akhirnya kami berikan SP 1,2, dan 3, akhirnya mulai berangsur membongkar,” ujarnya.

Baca juga: Satpol PP Kota Bandung Tertibkan PKL dan Bangunan Liar di Terminal Leuwipanjang

Meski begitu, Bambang menyebut, ada sejumlah pedagang yang belum melakukan pembongkaran bangli secara mandiri. 

Akhirnya, Satpol PP Kota Bandung melakukan pembongkaran terhadap bangli, karena sudah tidak ada tawar menawar lagi. “Tapi ada juga yang masih bertahan, tapi kami berikan pemahaman, karena hari ini sudah tidak ada tawar-menawar lagi. Kami sampaikan, tidak ada kompensasi, tidak ada relokasi. Jadi bangunan ini tetap akan kami bongkar secara keseluruhan,” tuturnya. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |