Wisata Berkualitas: Liburan Sambil Melestarikan Bumi di Penglipuran Village Festival Juli 2026

2 hours ago 4

Desa Wisata Penglipuran, Provinsi Bali, yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, kembali bersiap menyambut wisatawan melalui perhelatan akbar Penglipuran Village Festival ke-13.

Jadwal festival tahunan ini akan berlangsung pada 9 hingga 11 Juli 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Bumi Penglipuran, Menuju Pariwisata yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Generatif”.

Acara ini ditargetkan mampu menarik kunjungan antara 3.000 hingga 4.000 wisatawan per hari, yang diprediksi akan didominasi oleh wisatawan domestik selama periode libur sekolah.

Baca Juga: Viral! Dangdeur Van Java: Sensasi Unik Naik Kereta Mini di Tengah Sawah Bandung Selatan

Pengelola sengaja membatasi target kunjungan tahun ini demi menjaga kualitas pengalaman wisatawan. Serta menghindari kondisi over capacity seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rangkaian Acara Budaya di Penglipuran Village Festival 2026

Salah satu daya tarik utama yang paling wisatawan nantikan adalah tarian massal Tari Pendet oleh ratusan penari di sepanjang jalan desa pada hari pembukaan. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan parade gebogan yang melibatkan ratusan warga desa.

Tahun ini, festival juga melibatkan desa-desa babanuan (desa yang memiliki ikatan historis), seperti Desa Bayung Gede untuk memperkuat akar budaya dan sejarah masyarakat setempat.

Selain pertunjukan seni seperti Pelegongan Klasik, festival ini bersifat inklusif dengan melibatkan seniman penyandang disabilitas dalam berbagai pementasannya.

Menariknya, Penglipuran Village Festival 2026 akan menjadi momen peluncuran logo baru Desa Wisata Penglipuran. Serta perilisan video dokumenter berbasis AI yang merangkum peta sejarah desa tersebut.

Dalam hal transaksi, pihak pengelola bersama Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS secara penuh (100 persen cashless). Tujuannya untuk mempermudah wisatawan berbelanja di stan UMKM yang menyajikan kerajinan bambu hingga produk lokal lainnya.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Les Buleleng: Menjelajahi Alam, Tradisi Kuno, dan Konservasi Bawah Laut di Bali Utara

Terkait isu lingkungan, sampah yang dihasilkan selama Penglipuran Village Festival akan dikelola langsung di dalam desa. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik didaur ulang menjadi souvenir khas yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Info Harga Tiket Masuk Penglipuran 2026

Bagi Anda yang berencana datang, rincian harga tiket masuk resmi yang berlaku di loket untuk Wisatawan Nusantara (WNI) dewasa Rp 25.000 dan anak-anak Rp 15.000. Wisatawan Mancanegara (WNA) dewasa Rp 50.000 dan anak-anak Rp 30.000.

Sedangkan parkir kendaraan untuk motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000, dan bus Rp 10.000. Loket tiket beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 18.30 WITA.

Pengelola menyarankan wisatawan untuk menyiapkan aplikasi pembayaran non-tunai, meski uang tunai tetap butuh sebagai cadangan.

Sensasi Menginap di Guest House Tradisional

Untuk pengalaman yang lebih mendalam, wisatawan dapat menginap di guest house milik warga desa dengan konsep tradisional tanpa fasilitas modern seperti TV atau internet.

Baca Juga: Update Wisata Nepal Van Java 2026: Fasilitas Baru, Harga Tiket, dan Tips Keamanan

Tersedia tiga pilihan paket menginap:

1. Paket 1 (Rp 375.000): Termasuk tiket masuk dan sarapan.

2. Paket 2 (Rp 600.000): Termasuk sarapan di tengah jalan desa.

3. Paket 3 (Rp 1.600.000): Termasuk sarapan dan makan malam dengan konsep megibung (makan bersama ala Bali) di tengah jalan desa.

Selama Penglipuran Village Festival berlangsung, tingkat hunian (okupansi) homestay di Penglipuran biasanya melonjak hingga mendekati 100 persen. Sehingga wisatawan sebaiknya melakukan reservasi lebih awal. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |