Motor Aktivis HMI Raib Saat Kegiatan di Situ Leutik Kota Banjar, Diduga Diembat Maling

12 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Seorang aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, Jawa Barat, Mia Faidatunnisa, menjadi korban dugaan pencurian sepeda motor. Kejadian tersebut saat organisasi HMI tengah melakukan kegiatan di kawasan wisata Situ Leutik, Kota Banjar, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Aksi Pencurian Sepeda Motor, Sat Reskrim Polres Kota Banjar Ungkap Motif 2 Pelaku

Kejadian bermula saat Mia bersama rekan-rekannya sesama aktivis HMI menggelar diskusi organisasi di kawasan wisata Situ Leutik. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, dan kemudian memarkir motor Honda Beat warna hitam-merah miliknya di area parkir bersama sepeda motor para peserta yang lain. Posisi sepeda motor juga dalam keadaan terkunci leher.

Sementara kegiatan diskusi berlangsung di area bagian atas lokasi wisata, tepatnya di sekitar gazebo, yang jaraknya tidak berdekatan dengan tempat parkir. Namun, setelah kegiatan selesai dan hendak pulang sekitar pukul 15.30 WIB, motor milik aktivis HMI itu sudah tidak berada di tempat parkir.

“Saya tahu waktu mau pulang. Sepeda motor sudah hilang nggak ada di tempat parkir,” kata Mia kepada harapanrakyat.com, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Motor Beat Nyaris Digondol Maling di Lumbung, Dua Pria Diamankan Warga

Mia mengaku tidak mengetahui siapa pelaku pencurian tersebut. sebab, jarak antara lokasi kegiatan dan area parkir membuat kendaraan peserta tidak terpantau selama kegiatan berlangsung. Ia sempat mencari sepeda motornya di sekitar kawasan wisata, namun tidak ditemukan. Saat ini telah melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Polres Banjar.

“Sempat tanya ke petugas penjaga di sana informasinya memang ada gerak-gerik warga yang mencurigakan. Sekarang sudah melapor cuma belum laporan resmi baru disampaikan secara lisan,” ucapnya.

Motor Aktivis HMI yang Hilang Bukan Kejadian Pertama

Sementara itu, Ketua HMI Kota Banjar, Rio Julian, menyayangkan adanya aksi pencurian di kawasan wisata Situ Leutik. Padahal, kedatangan mahasiswa itu dalam rangka membantu geliat wisata. Selain itu, peserta juga membayar tiket masuk.

Sebab itu, pihaknya mendorong agar instansi terkait melakukan evaluasi pengelolaan dan penjagaan di kawasan wisata. Hal itu untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Baca Juga: Dansubdenpom III/2-4 Kota Banjar Apresiasi Anggotanya Bekuk Pelaku Curanmor

Rio menuturkan, dari informasi yang ia dapatkan, bahwa motor aktivis HMI yang hilang di Situ Leutik bukan kejadian pertama. Sehingga, menurutnya kejadian tersebut perlu menjadi perhatian serius. “Dari informasi, sebelum sudah ada kejadian seperti ini. Kami juga nggak nyangka, karena saya kira di sini itu aman dan nyaman,” kata Rio. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |