harapanrakyat.com,- Kelompok Wanita Tani (KWT) Purbasari di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membuktikan bahwa lahan pekarangan bukan sekadar pelengkap rumah. Melalui program Kawasan Pekarangan, mereka berhasil memanen ubi jalar dengan produktivitas yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 25 ton pe hektare.
Baca Juga: Ciamis Perkuat Langkah Menuju Desa Organik, Sirnabaya Jadi Percontohan Pertanian Berkelanjutan
Kegiatan panen raya yang berlangsung pada Jumat (23/01/2026) ini, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, didampingi jajaran Bidang Tanaman Pangan. Hadir juga Kepala Desa Gunungsari, serta tim dari UPTD dan BPP setempat.
Panen Ubi Jalar, Keberhasilan Swadaya dan Bantuan Pemerintah
Kepala DPKP Ciamis Ape Ruswanda, memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan para ibu-ibu tani di KWT Purbasari. Menurutnya, kolaborasi antara stimulus pemerintah dan kemandirian kelompok adalah kunci keberhasilan ini.
“Kami sangat bangga dengan hasil panen ini. Meskipun sarana produksinya merupakan bantuan dari APBN Tahun 2025, namun semangat anggota KWT dalam pemupukan secara swadaya menunjukkan komitmen yang luar biasa. Ini adalah contoh nyata ketahanan pangan yang dimulai dari depan rumah,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Senin (02/02/2026).
Baca Juga: Ciamis Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Gerakan Pangan Murah dan Edukasi B2SA
Berdasarkan pengambilan sampel ubinan dengan luasan 2,5×2,5 meter, tercatat berat panen ubi jalar mencapai 15,74 kilogram. Jika dikonversikan ke dalam skala luas, maka estimasi produktivitas lahan ini menyentuh angka 25,184 ton/ha.
Lebih lanjut Ape menambahkan, bahwa ubi jalar merupakan komoditas strategis untuk diversifikasi pangan. Untuk itu, Ape berharap, kesuksesan di Desa Gunungsari ini bisa memicu “virus” positif bagi desa-desa lain di Ciamis.
“Potensi ekonomi ubi jalar ini besar. Selain untuk konsumsi keluarga, jika dikelola secara berkelanjutan, bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi ibu-ibu KWT. Saya ingin KWT Purbasari jadi role model optimalisasi lahan pekarangan di Ciamis,” tegasnya.
Baca Juga: DPKP Ciamis Gencarkan Sosialisasi Program P2B untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Melalui keberhasilan panen ubi jalar ini, DPKP Ciamis berkomitmen untuk terus mengawal para petani agar tidak berhenti di satu kali panen saja. “Diharapkan, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi budaya baru masyarakat Ciamis dalam memperkuat kemandirian pangan lokal di tengah tantangan ekonomi global” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

16 hours ago
4

















































