Purba Sanghyang Kenit Bandung dengan Pesona Alam Eksotis

17 hours ago 8

Purba Sanghyang Kenit Bandung merupakan salah satu lokasi wisata yang kini semakin populer di kalangan pecinta alam dan petualang. Tempat ini menyuguhkan panorama bebatuan purba dan aliran sungai yang begitu memukau. Keindahan tersebut membuat Purba Sanghyang sebagai hidden gem di wilayah Bandung Barat.

Baca Juga: Curug Sempong Majalengka, Wisata Hidden Gem di Tengah Hutan

Lokasi Sanghyang Kenit Bandung

Kawasan Purba Sanghyang Kenit terletak di Kampung Cisameng, Desa Rajamandala Kulon, Cipatat, Bandung Barat. Lokasi ini merupakan bagian dari aliran Sungai Citarum purba yang mempunyai nilai geologi tinggi. Sungai dengan bebatuan di sana menciptakan lanskap unik dan berbeda dari destinasi wisata lain di sekitarnya. Selain itu, keindahan alam tersebut semakin menarik karena lingkungan yang masih asri dan terjaga. 

Air sungainya jernih berpadu dengan warna bebatuan yang kontras. Ini menjadi salah satu daya tarik utamanya. Selain itu, suasana tenang di sepanjang aliran sungai memberikan pengalaman menikmati alam yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Nilai Sejarah

Sejarah Purba Sanghyang Kenit Bandung berhubungan erat dengan fenomena alam Sungai Citarum purba yang mengalir. Sungai ini dulunya memiliki aliran besar. Akan tetapi, seiring perubahan geologi dan pembangunan bendungan, karakter air di kawasan ini berubah menjadi lebih tenang.

Nama Sanghyang Kenit sendiri menyimpan makna tersendiri dalam budaya lokal. Kata Sanghyang berasal dari istilah penghormatan terhadap sesuatu yang dianggap sakral atau luhur. Sementara Kenit merujuk pada jenis kambing atau domba hitam dengan ciri khas sabuk putih di perutnya. Kepercayaan lokal mengaitkan nama tempat ini dengan kisah masa lalu yang penuh makna.

Selain itu, menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, lokasi ini pernah menjadi tempat suci atau peninggalan leluhur. Kepercayaan tersebut turun-temurun dalam tradisi Sunda. Itu merupakan tempat-tempat alami tertentu yang sering dikaitkan dengan kisah spiritual dan ritual. Seiring berjalannya waktu, makna budaya ini terintegrasi dengan keindahan alam yang ada sehingga menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Batuan Karst dan Guyuran Sungai Purba

Salah satu daya tarik utama Purba Sanghyang Kenit Bandung adalah terdapat formasi bebatuan karst purba yang terbentuk secara alami lewat proses jutaan tahun. Batuan-batuan ini menyebar di sepanjang aliran sungai. Hal tersebut memberikan kontur lanskap yang sangat khas dan menarik untuk pengunjung jelajahi.

Baca Juga: Pesona Danau Denuh Tasikmalaya, Destinasi Alam Sunyi Favorit Camping dan Mancing

Menariknya, bebatuan kapur tersebut terbentuk sejak zaman ketika wilayah ini masih menjadi bagian dari laut dangkal. Itu sekitar jutaan tahun lalu. Selama proses geologi berlangsung, batuan-batuan ini mengalami erosi oleh air sehingga menciptakan lorong-lorong, gua, serta formasi unik lainnya. Fenomena tersebut memberikan gambaran langsung tentang perjalanan alam purba yang sangat menarik bagi penikmat geologi.

Selain itu, air sungai yang mengalir di antara bebatuan pun terlihat sangat jernih. Bahkan pada beberapa titik warna air cenderung berwarna hijau toska. Perpaduan antara air dan batuan ini memperkuat suasana alami yang eksotis. Tentu sangat cocok sebagai objek fotografi maupun tempat untuk sekadar menikmati pemandangan.

Aktivitas Seru di Sanghyang Kenit

Purba Sanghyang Kenit Bandung menawarkan berbagai aktivitas menarik yang dapat pengunjung nikmati. Salah satu aktivitas favorit pengunjung adalah susur gua. Ini merupakan jalur gua yang terbentuk secara alami dan dapat pengunjung jelajahi.

Selain itu, ada arung jeram atau rafting di sungai yang menjadi pilihan aktivitas petualangan memacu adrenalin. Aliran sungainya lebih tenang daripada sumbernya. Ini memberikan kondisi relatif aman untuk kegiatan seperti body rafting atau tubing bersama teman dan keluarga.

Tak hanya itu, aktivitas sederhana seperti berenang, bermain air di tepian sungai, atau berfoto di latar bebatuan juga menjadi pilihan banyak pengunjung. Terlebih lagi spot-spot foto di sekitar aliran purba ini sering menjadi lokasi foto prewedding atau dokumentasi konten media sosial karena estetika alamnya.

Akses, Fasilitas, dan HTM

Akses menuju Purba Sanghyang Kenit Bandung kini semakin mudah karena jalur kendaraan dapat dilalui dengan roda dua maupun roda empat. Lokasinya berada sekitar 25–50 km dari pusat Kota Bandung, tergantung rute yang dipilih. Sedangkan perjalanan dari tol Padalarang biasanya memakan waktu kurang dari 1,5 jam jika kondisi lalu lintas mendukung.

Lalu, harga tiket masuknya cukup terjangkau, yakni sekitar Rp8.000 per orang. Harga tersebut belum termasuk biaya aktivitas tambahan seperti susur gua atau arung jeram yang memerlukan peralatan dan pemandu profesional. Nah, biaya tambahannya sendiri sekitar Rp150.000 per orang.

Selain itu, fasilitas di lokasi juga terus upgrade demi kenyamanan pengunjung. Ada area parkir luas, jalur pejalan kaki, hingga warung kecil untuk makan dan minum di sekitar titik awal kunjungan. Semua fasilitas ini tentu mendukung pengalaman wisata yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga: Wana Wisata Petak 9 Bukit Sidengkeng Dieng

Purba Sanghyang Kenit Bandung menjadi destinasi yang memadukan nilai sejarah geologi, keindahan alam, serta pengalaman petualangan lengkap. Panorama bebatuan purba serta sungai jernih menghadirkan sensasi berbeda daripada wisata alam biasa. Keindahan alam dan cerita yang menyelimutinya menjadikan Purba Sanghyang Kenit Bandung sebagai pilihan wajib dalam list wisata di Jawa Barat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |