harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melayangkan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas rekayasa lalu lintas serta penutupan ruas jalan di sekitar kawasan Gedung Sate, Kota Bandung.
Penutupan Jalan Diponegoro yang berada di sekitar Gedung Sate berlangsung selama rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 RI dan penurunan Bendera Merah Putih pada Senin 17 Agustus 2026.
“Saya sampaikan permohonan maaf pada seluruh pengguna jalan di sekitar Gedung Sate. Karena kemarin ada penutupan jalan saat kegiatan upacara peringatan kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera Merah Putih. Pasti ada yang merasa terganggu aktivitasnya, kami minta maaf,” kata Dedi, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Bongkar Saluran Air Bandung, Dedi Mulyadi Serukan Merdeka dari Sampah
Dedi menyadari pembatasan akses lalu lintas karena ada upacara di halaman Gedung Sate atau kini bernama Pasanggrahan Panca Rasa Gedung Sate sempat mengganggu mobilitas harian sebagian warga.
Penutupan jalan terpaksa diambil panitia demi menjamin keamanan, kelancaran, serta kenyamanan ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih serta defile pasukan elit tiga matra TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Polri, linmas, Satpol PP, hingga alumni barak militer seusai pengibaran bendera.
“Kami melakukan itu untuk kenyamanan seluruh warga yang hadir di areal halaman Gedung Sate atau Pasanggrahan Panca Rasa,” ucapnya.
Esensi Kemerdekaan Hingga Tingkatkan Investasi untuk Menyerap Tenaga Kerja
Selain menyampaikan permohonan maaf, Dedi menyampaikan esensi peringatan kemerdekaan harus berwujud pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara konkret.
Dedi berujar, kemerdekaan sejati bagi warga Jawa Barat berarti terbebas dari ancaman kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya sekadar memperingati kita menjadi bangsa yang merdeka, tapi berusaha untuk mewujudkan kemerdekaan itu secara nyata bagi seluruh rakyat Jawa Barat. Merdeka dari rasa lapar, rasa gelap, rasa tertekan, dan dari lapangan kerja,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat memprioritaskan penyediaan lapangan kerja lokal agar seluruh warga daerah dapat berdikari dan mencari nafkah di tanah kelahirannya sendiri.
Saat ini Pemprov Jawa Barat sedang berupaya mendorong iklim investasi yang kondusif di berbagai sektor industri daerah.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
Baca Juga: Saat Petani dan Ojol Duduki Kursi VIP HUT RI ke-81 di Pasanggrahan Panca Rasa
“Kami mendorong terus investasi agar terus meningkat, sehingga warga Jawa Barat bisa bekerja di kampungnya sendiri,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
8

















































