harapanrakyat.com,- Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kota Banjar di kancah internasional. Mochamad Darel Alleon Furqon, siswa SDIT Uswatun Hasanah, sukses menjadi bagian dari delegasi Tim Indonesia yang berjuang dalam ajang International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2026 di Singapura.
Darel, bocah kelahiran Surabaya, 13 Juli 2017 asal Parunglesang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar ini, berhasil melenggang ke kompetisi tingkat dunia setelah menggembleng kemampuannya di Najma Math KPM Banjar.
Adapun Najma Math KPM Banjar yang berpusat di SDIT Uswatun Hasanah ini berada di bawah penanggung jawab Herri Herdiman, sekaligus Direktur KPM Wilayah Priangan Timur.
Baca Juga: Tim Basket Kota Banjar Ukir Prestasi di Ajang SWS Championship Garut
Sebelum bertolak ke IMCS Singapura, Darel bersama anggota delegasi lainnya diwajibkan mengikuti pembinaan intensif dan karantina oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Program ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan akademik serta mental para peserta.
Team Leader IMCS Indonesia, Muchammad Fachri, menyampaikan bahwa keikutsertaan Tim KPM di ajang internasional ini bukan sekadar menguji kemampuan matematika, melainkan bentuk komitmen membina generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
“IMCS adalah tantangan siswa dalam menguji kemampuan matematika di level kompetisi internasional. Persiapan materi dan juga mental menjadi sangat penting. Kami berharap keikutsertaan ini menumbuhkan jiwa sportivitas serta semangat siswa,” ujar Fachri, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Meski Libur Sekolah, Siswi SMPN 5 Banjar Ini Raih Prestasi Tingkat Nasional
Indonesia Kirim 104 Peserta di Ajang IMCS Singapura
Pada IMCS 2026 Singapura, Indonesia mengirimkan 104 peserta (78 jalur mandiri dan 26 jalur rombongan). Secara keseluruhan, ajang ini diikuti oleh 637 peserta dari 9 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, China, Macau, Hongkong, Taiwan, dan Sri Lanka.
Secara akumulatif, Tim KPM Indonesia sukses memboyong 10 medali emas, 22 medali perak, 42 medali perunggu, serta 30 penghargaan Merit.
Keberhasilan Darel tak lepas dari peran dan pola asuh kedua orang tuanya, Mochamad Khoiron dan Nurma Elysa Ferdiana. Pasangan suami istri yang berdomisili di Parunglesang ini menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini.
Baca Juga: Dua Atlet Kota Banjar Ukir Prestasi di Ajang Kejuaraan Balap Motor di Sukabumi
“Sebagai orang tua, kami fokus membangun kedisiplinan sebagai bentuk konsistensi dan pembelajaran tanggung jawab. Tugas kami adalah menyediakan fasilitas terbaik serta memastikan kesehatan dan mental Darel tetap terjaga,” ungkap Nurma Elysa.
Uniknya, pola asuh yang diterapkan bukan berupa aturan sepihak, melainkan kesepakatan bersama. Darel diajarkan untuk mengelola waktunya sendiri secara bijak.
“Kami buat kesepakatan bersama. Dia tahu bahwa setelah menyelesaikan target belajarnya hari itu, dia punya hak penuh atas waktu bermainnya tanpa diganggu. Dengan begitu, dia belajar bertanggung jawab terhadap waktunya sendiri sejak dini,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

8 hours ago
6

















































