harapanrakyat.com,- Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya terus berkomitmen memperkuat kualitas akademik dan daya saing mahasiswanya. Hal tersebut dibuktikan melalui gelaran rangkaian Workshop Tesis dan International Guest Lecture (IGL) bertajuk IGNITE 3.0 di kampus 2 Unsil beberapa waktu lalu.
Agenda internasional tersebut mengusung tema “Empowering Leaders, Sustaining the Future: Human Capital Strategies for Sustainable Organizations in the ESG Era.” Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Pascasarjana, Pengelola Prodi Magister Manajemen, para dosen, serta mahasiswa Magister Manajemen Angkatan 2025 dan 2026.
Untuk membedah secara mendalam tantangan Human Capital dan era Environmental, Social, and Governance (ESG), panitia menghadirkan pakar internasional dari Universiti Malaysia Terengganu. Nama pakar tersebut adalah Prof. Dr. Yusliza Mohd Yusoff yang diundang sebagai narasumber utama.
Magister Manajemen Unsil Tasikmalaya Perlu Membaca Persoalan Lapangan
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dede mengungkapkan bahwa kehadiran IGL IGNITE 3.0 menjadi jembatan penting dalam mempertemukan pemahaman akademik dengan realitas tantangan yang dihadapi organisasi maupun pemerintah daerah saat ini.
“Tema yang dibahas Prof. Dr. Yusliza sangat relevan dengan kebutuhan kita saat ini. Kita membutuhkan SDM yang kompeten, adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi perubahan,” ujar Dede.
Dede menjelaskan, perspektif human capital dan prinsip ESG selaras dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya. Kota ini berfokus pada peningkatan kualitas SDM, daya saing ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin mahasiswa Magister Manajemen tidak hanya memahami teori, tetapi mampu membaca persoalan di lapangan. Bagaimana meningkatkan kualitas SDM, produktivitas organisasi, pelayanan publik, dan daya saing ekonomi, sekaligus tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan budaya belajar serta kolaborasi antarangkatan demi keberhasilan akademik bersama. Selain itu, “Saya berharap teman-teman MM Angkatan 2025 dan 2026 dapat terus bersinergi, saling mendukung dalam kegiatan akademik, dan bersama-sama menyelesaikan studi hingga lulus bersama,” tutur Dede seraya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kaprodi Magister Manajemen, jajaran Tata Usaha Pascasarjana, panitia, serta seluruh peserta.
Implementasi Pengetahuan Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Unsil Edy Suroso, menyambut positif kesuksesan agenda ini. Menurutnya, kolaborasi workshop tesis dan kuliah tamu internasional merupakan langkah strategis dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa di tingkat global.
“Mahasiswa Magister Manajemen perlu memiliki wawasan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu memahami perubahan dan kebutuhan organisasi. Tema human capital, kepemimpinan, dan keberlanjutan sangat relevan dengan tantangan organisasi saat ini,” jelas Edy.
Baca juga: Warga Kadipaten Tasikmalaya Keluhkan Tak Ada Pengangkutan Sampah, Dinas DPUTRLH Buka Suara
Pihaknya berharap pemikiran dan ilmu yang diserap dari pakar internasional tersebut dapat diimplementasikan secara konkret di dunia kerja. Selain itu, ia juga berharap ilmu tersebut bisa memberi kontribusi nyata pembangunan daerah.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata. Mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tesis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi organisasi dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (Rafi/R6/HR-Online)

8 hours ago
7

















































