Jalan Penghubung Dua Desa di Pangandaran Rusak, Warga Legokjawa Urunan Agar Bisa Dilalui

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Tak ingin terus menunggu jalan rusak diperbaiki, warga Dusun Liunggunung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, memilih bergerak secara mandiri.

Baca juga: Cerita Warga Ciherang Ciamis Swadaya Perbaiki Jalan, Pemilik Dapur MBG Ikut Patungan

Dengan mengandalkan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, warga patungan untuk memperbaiki sejumlah titik jalan desa yang kondisinya sudah cukup parah. Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Legokjawa dengan Desa Batumalang.

Perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan warga. Sedikit demi sedikit, jalan rusak tersebut mulai dibenahi agar kembali nyaman dan aman dilalui masyarakat.

Jalan Penghubung Desa Rusak yang Diperbaiki Warga

Seorang warga Legokjawa, Usup, mengatakan, hingga kini warga telah melakukan pembangunan sekitar 300 meter di sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah.

Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga titik kerusakan yang menjadi perhatian utama warga. Jika seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dihitung, panjangnya diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. “Sekitar 300 meter sudah kami bangun secara swadaya. Yang paling parah ada tiga titik. Kalau dipanjangkan, kerusakannya kurang lebih satu kilometer,” kata Usup, Senin 17 Agustus 2026.

Baca juga: Puluhan Tahun Akses Penghubung Antar Desa Rusak, Warga Cimerak Pangandaran Menanti Realisasi Janji Pemerintah

Ia menjelaskan, biaya perbaikan murni mengandalkan kepedulian masyarakat. Tidak ada nominal khusus yang dibebankan kepada warga maupun donatur. Mereka memberikan bantuan sesuai kemampuan dan keikhlasan. “Donatur ke masyarakat tidak ditarget, jadi seikhlasnya saja. Ada yang memberikan Rp50 ribu sampai Rp150 ribu,” paparnya.

Selain masyarakat, sejumlah pihak turut membantu, mulai dari pengusaha hingga aparat setempat. Bahkan, kata Usup, bantuan yang diberikan kepala dusun berasal dari uang pribadi dan bukan menggunakan anggaran desa. “Kalau ada dana, kami maju. Jadi sementara sambil menunggu anggaran dari pemerintah,” tuturnya.

Usup mengungkapkan, persoalan jalan tersebut sebenarnya bukan baru terjadi. Pada 2024, perbaikan jalan disebut sudah direncanakan. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi.

Kondisi itu membuat warga akhirnya memilih mengambil langkah sendiri. Mereka tidak ingin kerusakan jalan semakin parah dan menghambat aktivitas masyarakat. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini,” katanya.

Bagi warga, jalan tersebut memiliki peran vital. Selain menjadi penghubung dua desa, ruas jalan itu setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk oleh anak-anak sekolah.

Bahaya Jalan Rusak

Kerusakan jalan bukan hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama ketika hujan turun dan kondisi permukaan jalan semakin sulit dilalui.

“Jalan ini merupakan penghubung dua desa dan akses masyarakat, termasuk anak sekolah. Tentu kami berharap jalan ini segera diperbaiki secara layak karena sangat dibutuhkan,” papar Usup.

Baca juga: Bak Jebakan, Lubang di Bahu Jalan Jalur Pangandaran-Tasikmalaya Menganga Bertahun-tahun

Warga berharap semangat gotong royong yang selama ini mereka tunjukkan tidak menjadi alasan pemerintah untuk terus menunda pembangunan. Sebaliknya, swadaya masyarakat diharapkan menjadi bukti bahwa ruas jalan tersebut memang sangat dibutuhkan dan layak mendapatkan perhatian serius.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Desa Legokjawa, Pemerintah Kabupaten Pangandaran hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera mengambil langkah konkret untuk membangun jalan tersebut secara permanen dan lebih layak. “Harapannya segera dibangun dengan lebih layak oleh pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Pangandaran maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya. (Kiki/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |