harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) berencana mengusulkan perubahan nama satuan pendidikan yang terpilih menjadi Sekolah Maung. Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, pihaknya berencana mengusulkan perubahan nama ini kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga: 41 SMA dan SMK Favorit di Jawa Barat Berubah Jadi Sekolah Maung, Bakal Ada Kurikulum Khusus
Apabila Kemendikdasmen menyetujui usulan itu, maka 41 sekolah negeri setingkat SMA dan SMK di Jawa Barat akan ditambah kata “Maung”. “Iya nanti kami akan mengusulkan ke kementerian. Jika dapat izin, ada penambahan kata Maung. Misalkan SMAN 3 Bandung jadi SMAN 3 Maung Bandung,” kata Purwanto, Sabtu (9/5/2026).
Meski begitu, sambung Kepala Disdik Jabar, rencana perubahan nama satuan pendidikan yang terpilih menjadi Sekolah Maung ini bergantung pada keputusan Kemendikdasmen. Sebab, perubahan nama satuan pendidikan berhubungan langsung dengan sistem administrasi pendidikan nasional.
Apabila Kemendikdasmen tidak mengizinkan, maka yang akan menggunakan nama Maung hanya satuan pendidikan Kabupaten Purwakarta. Mengingat, sejak awal satuan pendidikan itu sejak awal memang sudah menggunakan nama Sekolah Maung.
“Bergantung pada kementerian, ini kan program ya. Apakah bentuk program ini bisa mengubah nama atau tidak. Iya (hanya yang di Kabupaten Purwakarta yang menggunakan nama Sekolah Maung sejak awal),” ujarnya.
Baca Juga: Perpisahan Sekolah di Jawa Barat Tak Dilarang, Asal Edukatif dan Tidak Membebani Orang Tua
Program Sekolah Maung di Jabar Fokus Cetak SDM Unggul
Purwanto menjelaskan, Sekolah Maung ini merupakan program strategis yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur Jawa Barat. Program ini bertujuan, untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui pengelolaan sekolah model yang lebih intensif dan terstandarisasi.
Menurutnya, Jawa Barat perlu segera merealisasikan sekolah unggulan. Hal ini agar tidak tertinggal dari provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Ini sudah masuk RPJMD Pak Gubernur. Kami ingin membuat sekolah yang bisa melahirkan manusia unggul lewat model sekolah itu,” tuturnya.
Ia mencontohkan DKI Jakarta yang telah memiliki satuan pendidikan unggulan, seperti Sekolah MH Thamrin. Selain itu juga, beberapa provinsi di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah lama mengoperasikan sekolah-sekolah model serupa.
Baca Juga: Disdik Jawa Barat Masih Tunggu Juknis Pelaksanaan SPMB Sekolah Maung
“Kami justru ketinggalan dari provinsi lain. Jakarta ada Sekolah MH Thamrin, lalu di Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur itu sudah punya sekolah-sekolah unggulan,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

19 hours ago
18

















































