Komitmen Baru Forum Pesantren Kota Banjar; Tolak Kekerasan di Lingkungan Santri

22 hours ago 21

harapanrakyat.com,- Forum Pondok Pesantren Kota Banjar, Jawa Barat, menandatangani komitmen pesantren ramah anak dan anti kekerasan di Ponpes Darul Istiqomah, Sabtu (9/5/2026). Langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi sekaligus perlindungan terhadap santri. Sehingga nantinya, para santri terhindar dari segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Pojok Baca Nahdliyin Kota Banjar, Inisiatif Baru Perkuat Literasi Generasi Muda

Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, memberikan apresiasi atas kesepakatan yang melibatkan berbagai stakeholder dan forum pesantren tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini sebagai langkah antisipasi, agar tidak ada kekerasan seksual di lingkungan santri.

Supriana juga mengatakan, bahwa hal itu bagian dari tanggung jawab pemerintah serta komitmen bersama menjadikan Banjar ramah anak. Sehingga nantinya terhindar dari kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan terutama pesantren.

Ia pun mengaku prihatin dan mengecam keras terhadap kekerasan seksual yang terjadi di pesantren, seperti kejadian di luar daerah dan berharap peristiwa itu tidak tidak di Banjar.

“Insyaallah untuk di Kota Banjar aman. Saya pesan kepada pengasuh dan pengurus pondok pesantren, agar selalu menjaga moralitas dan akhlak serta fokus pada ilmu pengetahuan,” katanya.

Baca Juga: Fraksi PKB DPRD Kota Banjar Minta Pemkot Perhatikan Pesantren, Desak Penerbitan Perwal

Pesantren Ramah Anak Diperkuat, Dinsos P3A Kota Banjar Usulkan Satgas dan CCTV

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Hani Supartini, menyarankan kepada lembaga pendidikan pesantren, agar memiliki Satgas pencegahan kekerasan dan perlindungan anak.

Hani mendorong adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang transparan dan disepakati bersama antara pihak pesantren dan santri. Selain itu juga, menekankan pentingnya pembukaan kanal pengaduan bagi santri.

“Kami dalam hal ini hanya memberikan edukasi dan pencegahan. Kami menyarankan harus ada Satgas pencegahan sebagai langkah antisipasi,” kata Hani.

Baca Juga: Anak Disabilitas Terjaring Satpol PP di Simpang 4 Djarum, Dinsos Kota Banjar Beri Pembinaan

Lanjutnya menyebut, berdasarkan data Dinsos P3A Kota Banjar, sepanjang tahun 2026 ini belum ditemukan adanya laporan atau kasus kekerasan di lembaga pesantren. Meski demikian, edukasi dan sosialisasi akan terus dimasifkan. “Nanti kami akan segera tindaklanjuti karena perlu sosialisasi dulu ke setiap pesantren. Hal itu agar lebih jelas tahapannya dan bisa dipahami oleh seluruh pihak,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |