Fenomena ASN Pemkab Pangandaran Terlilit Pinjaman Berlebih Jadi Sorotan, RIP Dorong Edukasi Keuangan

22 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Komunitas Ruang Intelektual Pemuda (RIP) Pangandaran menyampaikan surat terbuka, berisi masukan dan perhatian terhadap kondisi reputasi keuangan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran.

Baca Juga: Wujudkan Ramah Lingkungan, Bupati Pangandaran Batasi Penggunaan Kendaraan Dinas

Langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas tata kelola keuangan pribadi ASN, yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius. RIP menilai, persoalan finansial yang tidak terkendali dapat berdampak luas terhadap profesionalitas dan citra aparatur pemerintahan.

Penggiat RIP Pangandaran, Tatang Sutisna mengatakan, bahwa fenomena tingginya ketergantungan ASN terhadap pinjaman perbankan, menjadi isu yang patut dievaluasi bersama. Menurutnya, kebiasaan mengambil pinjaman di luar kemampuan pembayaran berpotensi memicu tekanan ekonomi pribadi. Sehingga, akhirnya memengaruhi kualitas kerja dan konsentrasi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Persoalan finansial yang tidak sehat bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” kata Tatang, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Aktivis Lingkungan di Pangandaran Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Citra-Ino

Ingatkan Bahaya Utang, RIP Minta Pemkab Pangandaran Lakukan Pembinaan terhadap ASN

Ia menjelaskan, pola konsumtif yang berujung pada tingginya beban utang perlu disikapi melalui langkah pembinaan dan edukasi yang berkelanjutan. ASN, katanya, memiliki posisi strategis sebagai contoh kedisiplinan dan tanggung jawab, termasuk dalam mengatur kondisi keuangan pribadi.

Dalam surat yang disampaikan, RIP Pangandaran turut mengusulkan sejumlah langkah preventif. Di antaranya peningkatan program literasi keuangan, pelatihan pengelolaan anggaran pribadi, hingga pembinaan khusus bagi ASN Pemkab Pangandaran yang mengalami tekanan utang cukup tinggi.

“Kami juga mendorong adanya kebijakan internal yang dapat mengantisipasi praktik pinjaman berlebihan. Hal itu, agar tidak berkembang menjadi persoalan yang memengaruhi kinerja birokrasi,” ungkap Tatang.

RIP Pangandaran berharap adanya perhatian serius dari berbagai pihak, agar persoalan tersebut dapat diminimalisasi melalui pendekatan edukatif dan pembinaan yang tepat.

Baca Juga: Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkab Pangandaran Bakal Pasang WiFi Gratis di 6 Titik

“Dengan kondisi finansial yang lebih sehat, kami berharap ASN di Pemkab Pangandaran mampu bekerja secara lebih fokus, profesional, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |