harapanrakyat.com,– Keluarga korban yang mengalami luka-luka akibat pengeroyokan sekelompok orang tidak dikenal di Jalan Cisinga, wilayah Golacir Barat mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah atau KPAID Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sebelumnya, seorang remaja dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka berat setelah diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Cisinga, tepatnya di wilayah Golacir, pada Kamis (30/4/2026) malam.
Peristiwa memilukan ini bermula saat rombongan remaja tersebut hendak pulang usai mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) laga Persib Bandung melawan Bhayangkara FC. Sebelum pulang, mereka sempat berkunjung ke objek wisata Citiis. Namun, di tengah perjalanan, langkah mereka dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang langsung melakukan serangan membabi buta.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Pengeroyokan Remaja hingga Tewas di Tasikmalaya
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari salah satu orang tua korban luka. KPAID berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh agar proses hukum berjalan maksimal dan para pelaku segera tertangkap.
“Setelah kami investigasi, benar terjadi pengeroyokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan remaja lainnya luka-luka. Orang tua korban datang meminta pendampingan untuk memenuhi hak-hak hukum mereka dalam melaporkan kasus ini ke Polres Tasikmalaya,” ujar Ato Rinanto saat ditemui di kantornya, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Remaja Asal Taraju Tasikmalaya Tewas Diduga Dikeroyok OTK
Menurut Ato, kondisi korban yang selamat cukup memprihatinkan. Berdasarkan pendalaman tim KPAID, korban mengalami luka memar serius di bagian mata dan luka di bagian belakang kepala yang dikategorikan sebagai penganiayaan berat.
Selain fokus pada laporan polisi, KPAID juga akan berkoordinasi dengan UPTD PPA untuk memulihkan kondisi psikis korban. Mengingat korban masih berstatus pelajar kelas 2 SMA, KPAID juga memastikan agar hak pendidikannya tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Orang Tua Korban Luka Akibat Pengeroyokan di Tasikmalaya Ingin Pelaku Dihukum Setimpal
Sementara itu, Hadis, orang tua dari Aditya (salah satu korban luka), mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi sang anak. Ia menduga para pelaku menggunakan benda tumpul atau senjata tertentu saat melakukan pemukulan secara brutal.
“Saya baru tahu pagi harinya. Mukanya lebam, mungkin dipukul pakai cincin atau benda keras lainnya. Anak saya posisinya tidak satu motor dengan korban yang meninggal. Korban yang meninggal itu berada di posisi paling depan rombongan,” tutur Hadis.
Pihak keluarga menegaskan tidak akan tinggal diam dan menuntut kepolisian bertindak tegas. Mereka berharap dalang di balik aksi anarkis ini segera diringkus dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Bagi keluarga, hilangnya nyawa seseorang adalah batas yang tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Perbaikan 63 Km Infrastruktur Jalan, Pemkab Tasikmalaya Pinjam Rp230 Miliar ke PT SMI
“Pelakunya harus diadili seadil-adilnya. Ini sudah sangat keterlaluan karena sampai ada nyawa yang melayang. Kami minta hukuman yang setimpal bagi para pelaku,” pungkas Hadis. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

1 day ago
14
















































