Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Warga Jawa Barat Waspadai 4 Penyakit Ini!

7 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Kemarau diprediksi berlangsung lebih kering dan panjang dibanding biasanya. Dinas Kesehatan Jawa Barat pun mewanti-wanti masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau tahun ini. 

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan setidaknya ada empat gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat saat kemarau, yakni diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, dan malnutrisi.

Menurut Vini, berkurangnya ketersediaan air bersih saat kemarau dapat menurunkan kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsentrasi bakteri maupun virus penyebab penyakit, termasuk diare.

Baca Juga: Jawa Barat Siaga Hadapi El Nino Godzilla dan Krisis Sampah, KDM Gandeng TNI-BMKG

Selain itu, suhu udara yang lebih panas juga meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi. Masyarakat juga diminta mewaspadai heatstroke atau sengatan panas. Penyakit ini dapat terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat paparan cuaca panas.

“Kalau sudah muncul gejala seperti suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, kulit terasa panas dan kemerahan, disertai pusing atau muntah, sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Vini, Minggu (21/6/2026).

Masyarakat Jawa Barat Waspadai ISPA saat Musim Kemarau

Ia menambahkan, ISPA juga menjadi penyakit yang sering meningkat saat musim kemarau. Kondisi itu dipicu kualitas udara yang menurun akibat debu, asap, maupun polusi yang lebih mudah menyebar ketika curah hujan rendah.

Kemarau berkepanjangan juga dapat berdampak pada sektor pangan karena menurunnya produksi pertanian. Jika kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama, masyarakat berisiko mengalami gangguan gizi atau malnutrisi.

Untuk mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut, Dinkes Jabar mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, beristirahat yang cukup, menggunakan pelindung saat beraktivitas di bawah sinar matahari, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Vini juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memperbanyak penghijauan untuk mengurangi dampak musim kemarau.

Baca Juga: Antisipasi Musim Kemarau Ekstrem 2026, BPBD Ciamis Siagakan 4 Truk Tangki Air

“Jaga lingkungan tetap bersih, tanam pohon, serta hindari membakar sampah maupun lahan karena dapat memperburuk kualitas udara,” katanya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |