Pelestari Penyu Pangandaran Kecewa dan Menyayangkan Tumpahan Batu Bara di Zona Konservasi

5 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Pelestari Penyu di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyayangkan insiden tumpahnya tongkang batu bara di dekat Pantai Batu Hiu.

Apalagi, kawasan tersebut masuk dalam zona konservasi dan pendaratan penyu, untuk melakukan siklus bertelur.

Pelestari Penyu di Batu Hiu Pangandaran, Kurdys Zovansckha mengaku kecewa dan mengecam kejadian tumpahnya batu bara di perairan Sukaresik, yang jaraknya dekat dengan penangkaran penyu.

Baca Juga: DPRD Pangandaran Minta Investigasi Mendalam Terkait Karamnya Kapal Tongkang Batubara

“Ini akan menjadi dampak terbesar, apalagi sekarang musim pendaratan, kita menantinya (pendaratan) lama sekali, karena siklusnya cukup lama. Jika tidak ada di tahun kemarin, pasti akan ada di tahun sekarang,” ujarnya Rabu (24/6/2026).

Menurut dia, siklus pendaratan penyu untuk bertelur, kemungkinan akan terjadi lagi cukup lama, dengan adanya kejadian tersebut.

“Sangat menyakitkan, apalagi terjadi potensi pencemaran lingkungan yang bisa menyebar, kemudian biota-biota laut yang jadi makanan penyu akan seperti apa,” ungkapnya.

Pelestari Sebut Belum ada Penyu yang Mati di Pantai Batu Hiu Pangandaran

Dia mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan adanya penyu yang mati di zona konservasi tersebut.

“Kalau yang saya tau, di sini ada beberapa titik pendaratan, di karangjaladri ada 12 titik pendaratan, kalau di sana (dekat TKP kapal tongkang) lebih banyak, ada 25 titik pendaratan,” ujarnya.

Ia menambahkan upaya pelestarian penyu di Pangandaran selama ini sudah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari abrasi, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia di wilayah pesisir yang berlebihan.

“Aktivitas manusia yang berlebih di kawasan laut, termasuk insiden kapal pengangkut batu bara dan penangkapan benih bening lobster (BBL) saat musim pendaratan penyu, menjadi ancaman terhadap keberhasilan konservasi,” ujarnya.

Kini, pihaknya mengajak masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kawasan pesisir. Sejumlah kelompok warga sudah dibentuk untuk mendukung kegiatan penghijauan dan pemantauan habitat penyu.

Baca Juga: Dua Hari Pasca Tongkang Kandas di Perairan Pangandaran, Ratusan Benih Lobster Mati Misterius

“Kami punya komunitas pejuang pantai untuk penghijauan dan pejuang penyu di Kalangjaladri. Konservasi tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat,” kata Kurdys. (Ala/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |