Objek Nebula Boomerang termasuk salah satu fenomena alam semesta yang terbilang misterius sekaligus mencengangkan. Hal ini karena objek kosmik tersebut jadi tempat alami terdingin di jagat raya. Untuk informasi selengkapnya tentang objek ini, bisa menyimak ulasan berikut.
Baca Juga: Nebula Trifid M20, Objek Istimewa di Rasi Bintang Sagittarius
Objek Nebula Boomerang Jadi Tempat Terdingin
Selama ini kita tahu bahwa batas terendah suhu atau terkenal dengan sebutan nol absolut ialah -273,15 derajat Celcius. Hal ini tertuang dalam teori Fisika. Saat mencapai suhu tersebut, energi di dalam sistem ada pada kondisi paling minimum. Aktivitas partikel juga hampir sepenuhnya berhenti.
Namun ternyata, ilmuwan belum pernah menemukan tempat yang bisa mencapai suhu tersebut. Biasanya hanya berupa wilayah yang mendekati batas ekstremnya. Hal ini tak terkecuali ruang angkasa yang terkenal jauh dari kesan panas.
Seiring berjalannya waktu, ilmuwan akhirnya berhasil mengungkap tempat yang memiliki suhu terdingin. Rekor suhu terendah tersebut tersemat pada Nebula Boomerang. Nebula ini ada di sekitar 5000 tahun cahaya planet Bumi. Lebih tepatnya di rasi Centaurus.
Suhu Nebula Boomerang
Sebagai tempat alami yang memiliki temperatur terdingin, tentu mengundang rasa penasaran sebenarnya berapa suhunya. Ternyata objek Nebula Boomerang ini memiliki suhu mencapai -272 derajat Celcius. Suhu ini hanya selisih sekitar 1 derajat dari batas nol absolut.
Apabila kita bandingkan dengan radiasi latar belakang kosmik, tentunya lebih dingin Nebula Boomerang. Radiasi latar belakang kosmik itu sendiri memiliki suhu sekitar -270 derajat Celcius. Hal ini setara dengan 2,7 Kelvin. Hal inilah yang membuat Nebula Boomerang jadi satu-satunya objek dengan kondisi ekstrem.
Baca Juga: Okultasi Asteroid Strenua, Fenomena Langka di Langit Indonesia
Berbicara mengenai suhunya yang sangat ekstrem ini sendiri sebenarnya ada alasannya. Salah satu alasannya yaitu kecepatan angin. Gas dilepaskan sekitar 10 kali lebih cepat daripada nebula normal.
Alasan berikutnya ialah karena ekspansi gas. Pada dasarnya, ekspansi volume gas sangat cepat dalam menurunkan energi termal. Prosesnya pun berlangsung secara drastis.
Bukan hanya itu, alasan atau faktor yang memicu suhunya jadi sangat ekstrem rupanya juga karena massa hilang. Nebula ini mengalami kehilangan materi hingga 1/1000 massa matahari tiap tahunnya. Secara garis besar, pemicu suhu ekstrem objek Nebula Boomerang ialah fenomena Fisika yang terkenal dengan sebutan pendinginan adiabatik.
Fakta Menarik Nebula Boomerang
Sebagai tempat terdingin di alam semesta, tentu nebula ini memiliki berbagai fakta menarik. Pastikan tidak melewatkan untuk mengetahui apa saja fakta tersebut. Berikut beberapa diantaranya.
Penamaan
Salah satu faktanya berkaitan dengan penamaan Boomerang. Pada nebula ini, rupanya nama tersebut diberikan lantaran bentuk awalnya yang memang tampak melengkung. Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, pengamatan lanjutan memperlihatkan strukturnya yang jauh lebih kompleks.
Observasi awal itu sendiri dilakukan pada tahun 1995. Pada tahun tersebut, nebulanya terlihat melengkung seperti halnya Boomerang. Lalu di tahun 1998, strukturnya lebih mendetail mirip dasi kupu-kupu dengan filamen gas kompleks.
Selanjutnya, objek Nebula Boomerang ini perlahan menciptakan struktur unik. Bahkan tampilannya jauh berbeda dengan jenis nebula planetarium lainnya yang biasanya berbentuk gelembung bulat. Hal ini karena nebula tersebut memiliki lobus tajam lantaran usianya masih sangat muda.
Teknologi Pengamatan
Untuk mengamati nebula ini, tentu membutuhkan teknologi mutakhir. Adapun teknologi yang digunakan ialah Hubble Space Telescope. Teknologi ini membantu ilmuwan untuk melihat nebula secara detail dan jelas.
Saat memanfaatkan teknologi tersebut, ilmuwan juga bisa tahu bahwa ternyata struktur aslinya memiliki aliran material dengan bentuk pola khas tersendiri. Struktur tersebut terbentuk karena proses dinamis yang ada di dalamnya. Jauh sebelum terungkapnya suhu ekstrem pada objek Nebula Boomerang, rupanya pernah ada astronom yang memprediksinya.
Astronom tersebut bernama Raghvendra Sahai. Astronom ini menghitung ekspansi cepat yang berasal dari nebula pra-planetarium. Ekspansi tersebut menurutnya bisa menciptakan lingkungan lebih dingin dari suhu latar belakang di alam semesta. Prediksi tersebut benar-benar terbukti ketika masuk tim yang mengukur tingkat suhu Nebula Boomerang pada tahun 1995.
Baca Juga: Mengungkap Rahasia Ilmiah di Balik Fenomena Warna Warni Permukaan Bulan
Tak bisa kita pungkiri bahwa objek Nebula Boomerang benar-benar mencuri perhatian kalangan ilmuwan. Hal ini karena objek nebula dengan nama Boomerang ini memiliki suhu yang sangat ekstrem. Sampai saat ini pun nebula tersebut tetap jadi laboratorium alami di kalangan ilmuwan dalam mempelajari perilaku materi yang berkaitan dengan suhu ekstrem maupun fase akhir kehidupan bintang. (R10/HR-Online)

19 hours ago
13
















































