harapanrakyat.com,- Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sumedang, menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di kawasan depan Terminal Tipe A Ciakar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menindak sejumlah kendaraan angkutan barang yang tidak sesuai ketentuan dimensi. Pengendara sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas juga jadi sasaran operasi.
Operasi ini dilaksanakan oleh Satlantas Polres Sumedang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang. Petugas menghentikan satu persatu kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat, serta kelayakan kendaraan.
Baca Juga: Mobil Sigra Tabrak Truk di Tol Cisumdawu Sumedang, Dua Orang Meninggal Dunia
Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Agus Sukaedi Suryana mengatakan, Operasi Keselamatan merupakan agenda rutin. Operasi ini biasanya digelar sebagai langkah awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Operasi ini merupakan persiapan awal untuk pra menghadapi Operasi Ketupat yang sebentar lagi akan kita hadapi,” kata Agus.
Ia menambahkan, dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang memasuki tahap ketiga ini, penindakan pelanggaran lalu lintas telah dilakukan menggunakan sistem tilang elektronik (ETLE) statis serta melalui aplikasi Machine Learning (ML) yang mampu mendeteksi pelanggaran secara digital di sejumlah titik.
Baca Juga: SDN Pamarisen di Sumedang Kembali Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Lakukan Olah TKP
“Alhamdulillah dari Korlantas Polri kita melalui Ditlantas Polda Jabar, sudah ada alat aplikasi Machine Learning. Jadi sekarang untuk Operasi Keselamatan yang ke-3 ini, kita sudah melaksanakan penertiban melalui aplikasi ML. Kurang lebih di posisi 15,” ucapnya.
Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Polres Sumedang Lakukan Ramp Check
Selain penindakan, petugas juga melaksanakan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check secara rutin. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara mobile oleh Dishub, dengan fokus pada kendaraan angkutan umum dan bus penumpang.
“Ramp check ini kami lakukan setiap hari untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Pemeriksaan meliputi kondisi rem, ban, serta kelengkapan administrasi kendaraan,” katanya.
Menurut Agus, pihaknya juga terus mengingatkan perusahaan otobus dan instansi terkait agar secara konsisten melakukan pengecekan kelayakan operasional kendaraan sebelum beroperasi di jalan raya.
“Satlantas Polres Sumedang di bawah arahan Bapak Kapolres untuk mengingatkan kembali kepada institusi terkait maupun pihak PO Bus untuk mengecek kembali kelayakan operasional kendaraan,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, dua unit kendaraan telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Dua kendaraan itu dinyatakan layak jalan berdasarkan hasil evaluasi tim gabungan Satlantas dan Dishub Kabupaten Sumedang.
“Makanya kami bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan ramcek, dalam upaya untuk menjaga keselamatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Insentif Guru P3K Paruh Waktu Dinilai Belum Ideal, Disdik Sumedang Janji Terus Upayakan Peningkatan
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sebanyak 48 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, yang terdiri dari anggota Polres Sumedang, Dishub, serta unsur terkait lainnya.
Sebagai informasi, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 telah berlangsung sejak 2 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 15 Februari 2026. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

8 hours ago
4

















































