Produksi Padi Pangandaran Melonjak, Sektor Pertanian Sumbang PDRB Terbesar

8 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Sektor pertanian khususnya produksi padi menjadi penyumbang terbesar untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran, yang tercantum dalam publikasi Kabupaten Pangandaran Dalam Angka 2025.

Baca Juga: Dua Kali Panen, Produksi Padi di Pangandaran Capai 210 Ribu Ton

Data BPS tersebut menunjukkan kinerja positif subsektor tanaman pangan, khususnya padi. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Pangandaran mencapai 210.540 ton. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan produksi tahun 2023 yang tercatat sebesar 142.158 ton. Dengan demikian, terjadi kenaikan produksi sebanyak 68.382 ton dalam kurun satu tahun.

Peningkatan produksi padi ini dipengaruhi oleh bertambahnya luas panen serta meningkatnya produktivitas. Sepanjang tahun 2024, produktivitas tanaman padi di Pangandaran rata-rata mencapai 5,05 ton per hektare, mencerminkan perbaikan dalam pengelolaan lahan dan hasil pertanian.

Baca Juga: Harga Gabah di Kabupaten Pangandaran Masih Stabil Saat Musim Panen

Penyumbang PDRB Pangandaran selain Produksi Padi

Selain padi, komoditas pangan lainnya juga menunjukkan perkembangan. Produksi jagung pada tahun 2024 tercatat melonjak tajam hingga mencapai 3.413,33 ton, jauh meningkat dibandingkan produksi tahun 2023 yang hanya sebesar 343,67 ton.

Sementara itu, produksi kedelai justru mengalami penurunan, dari 203,02 ton pada 2023 menjadi 12,5 ton pada 2024. Untuk komoditas kacang tanah, produksi pada 2023 tercatat sebesar 293,82 ton.

Pada kelompok umbi-umbian, produksi ubi kayu pada tahun 2023 mencapai 448,9 ton. Sedangkan ubi jalar menunjukkan tren peningkatan yang cukup tajam. Produksi ubi jalar pada 2023 mencapai sekitar 760–796 ton, meningkat drastis dibandingkan produksi tahun 2021 yang hanya sebesar 174,27 ton.

Selain produksi padi, Kabupaten Pangandaran juga menghasilkan berbagai komoditas hortikultura, meliputi tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka, hingga tanaman hias. Pada tahun 2024, produksi sayuran terbesar berasal dari komoditas cabai rawit dengan total produksi mencapai 2.556 ton. Namun demikian, ketersediaan sayuran lokal dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Pangandaran. Sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan menjelaskan, bahwa capaian produksi padi sawah pada tahun 2025 tercatat mencapai 210.166 ton. Angka tersebut merupakan hasil panen hingga periode terakhir antara September dan Oktober.

“Produksi itu berasal dari luas lahan sawah yang melakukan panen sekitar 34.395 hektare,” jelas Yadi, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, Kecamatan Padaherang menjadi wilayah dengan produksi padi tertinggi di Kabupaten Pangandaran, yakni mencapai 39.166 ton. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Langkaplancar dengan total produksi padi sebesar 30.054 ton.

Baca Juga: Memasuki Masa Tanam, Petani Pangandaran Dapat Bantuan Alat Semprot Melalui Kelompok Tani

Sementara itu, luas lahan rata-rata di setiap kecamatan yang masuk dalam program strategis pertanian tercatat mencapai sekitar 61,10 hektare. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian Pangandaran untuk terus dikembangkan sebagai penopang ekonomi daerah sekaligus penjamin ketahanan pangan. (Ala Heryana/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |