RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Warga Waspada Virus Nipah, Penyakit Zoonosis dengan Risiko Tinggi

8 hours ago 5

harapanrakyat.com,- RSUD Pandega Pangandaran, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah. Meski tergolong jarang, namun penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) ini memiliki tingkat kematian sangat tinggi.

Baca Juga: Edukasi Medis RSUD Pandega Pangandaran, Pentingnya Deteksi Dini dan Manajemen Gaya Hidup bagi Penderita Hipertensi

Melalui edukasi publik yang masif lewat media sosial Instagram resminya, RSUD Pandega menegaskan bahwa Virus Nipah bukan hoaks. Sehingga, perlu diantisipasi dengan langkah pencegahan yang tepat.

Sebagai informasi, bahwa virus tersebut dapat menular dari hewan ke manusia. Terutama melalui kontak dengan kelelawar sebagai reservoir alami dan babi atau ternak yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi antar manusia melalui cairan tubuh seperti droplet pernapasan, darah, urine, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus tersebut.

RSUD Pandega menjelaskan, bahwa masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah terpapar. Gejala awal yang muncul umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami muntah dan sakit tenggorokan. Dalam kasus yang lebih berat, infeksi virus ini dapat menyebabkan gangguan saraf serius. Seperti mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, kejang, hingga radang otak (ensefalitis) yang berpotensi berujung pada kematian.

Meski angka kejadiannya relatif rendah, virus tersebut memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen. Risiko ini tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang anak-anak. Sehingga diperlukan kewaspadaan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Waspada Super Flu, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Tak Anggap Remeh

Saran RSUD Pandega Pangandaran Agar Terhindar dari Virus Nipah

Hingga saat ini, RSUD Pandega menegaskan, bahwa belum tersedia obat khusus maupun vaksin untuk Virus Nipah. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mencuci bersih dan mengupas buah sebelum dikonsumsi. Selain itu juga, menghindari buah yang terlihat tergigit hewan, terutama kelelawar. Dan juga, memastikan daging dimasak hingga matang dan tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Selain itu, masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi. Apabila harus berinteraksi dengan hewan, penggunaan sarung tangan dan pakaian pelindung sangat dianjurkan. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, termasuk mencuci tangan dengan sabun secara rutin, juga menjadi kunci penting dalam pencegahan penularan.

RSUD Pandega mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan cermat menyikapi informasi terkait Virus Nipah. Dengan pemahaman yang benar, kewaspadaan kolektif, serta penerapan langkah pencegahan yang konsisten, risiko penularan Virus Nipah dapat diminimalkan.

Baca Juga: Hapus Stigma, Kendalikan HIV; Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Berani Tes Dini

Sebagai institusi pelayanan kesehatan, RSUD Pandega terus berkomitmen memberikan edukasi dan informasi yang akurat demi melindungi kesehatan masyarakat. Sekaligus mengingatkan, bahwa deteksi dini dan kesadaran publik merupakan kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular berisiko tinggi seperti Virus Nipah. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |