Penemuan burung Rusty Lark sangatlah mengejutkan. Hal ini karena burung tersebut dikabarkan sudah punah. Namun ternyata belum lama ini masih ditemukan hidup di Sabana Afrika.
Baca Juga: Kupas Tuntas Fakta Unik Otak Serangga, Anatomi dan Tingkat Kecerdasannya
Penemuan Burung Rusty Lark Curi Perhatian
Dunia ornitologi saat ini sedang gempar. Hal ini karena ilmuwan menemukan burung yang sebelumnya dianggap sudah punah. Bahkan waktu punahnya dinilai sudah lebih dari 90 tahun lamanya.
Namun nyatanya anggapan tersebut langsung pudar. Hal ini karena ilmuwan berhasil mengabadikan foto burung ini dalam kondisi hidup. Penemuannya di kawasan Sabana Afrika.
Sebenarnya penemuan ini terbilang tak sengaja. Lebih tepatnya di Cagar Alam Abou Telfane yang ada di Chad bagian tengah. Meski penemuannya sudah berlangsung pada Februari lalu, namun saat ini masih ramai diperbincangkan.
Awal Mula Penemuan
Untuk kronologi awal mulanya, tim lapangan mendatangi cagar alam untuk mendokumentasikan lahan basah. Lahan tersebut nantinya untuk mendukung proyek dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Namun siapa sangka jika tujuan tersebut berhasil menepis dugaan kepunahan burung Rusty Lark karena ada penemuan tak terduga.
Cagar alamnya sendiri berlokasi sekitar 9,6 km di sisi timur Kota Mongo. Kawasan ini memang terkenal sebagai wilayah terpencil yang ternyata jarang dijangkau para ahli burung. Namun siapa sangka jika di tempat tersebut muncul burung langka.
Karakteristik Burung Rusty Lark
Burung langka ini memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi kekhasannya. Burung ini sendiri juga memiliki nama ilmiah Calendulauda rufa. Untuk tampilannya, burung ini berukuran kecil dengan warna karat.
Ukuran panjangnya sekitar 12,7-15,2 cm. Untuk tubuh bagian atasnya memiliki bulu berwarna coklat kemerahan sehingga memang terlihat seperti karat. Lalu bagian punggungnya tampak sedikit bersisik.
Selanjutnya di bagian ekor tergolong sangat panjang. Di sepanjang ekornya pun tak memiliki tepian berwarna putih. Masih seputar ciri khasnya dalam penemuan Rusty Lark, burung ini rupanya memiliki kaki yang warnanya abu-abu coklat.
Baca Juga: Jalur Migrasi Hiu Paus, Lintasi 13 Negara dan Wilayah Laut Lepas
Kemudian bagian paruhnya memiliki dua warna. Selanjutnya ada warna bulu yang tampak pucat di sisi bawah. Sementara bagian atasnya memiliki bulu berwarna gelap. Karena karakteristik tersebut, tentu para ahli burung bisa membedakannya dengan jenis burung kecil lainnya.
Perihal makanannya, jenis burung ini rupanya mengonsumsi serangga. Selain itu juga tampak memakan biji-bijian. Karena kebiasaan makan tersebut, burung ini sekilas mirip Lark penghuni tanah yang lainnya.
Kendati demikian, ilmuwan belum bisa menggambarkan bagaimana bentuk sarang maupun telurnya. Bahkan juga belum mengetahui bagaimana rekaman suara kicauan burungnya. Hal tersebut masih jadi misteri. Bahkan setelah kemunculannya pada Februari lalu sekalipun.
Alasan Dianggap Punah
Perlu untuk diketahui bahwa burung ini hidupnya di wilayah Sahel. Wilayah tersebut berupa sabana kering yang memiliki semak semi gurun luas di bawah Gurun Sahara. Kalangan ilmuwan menilai burung ini sudah punah karena faktor lokasi yang memang sangat terpencil. Lalu juga karena aspek stabilitas politik hingga masalah keamanan sebelum akhirnya ada penemuan burung Rusty Lark lagi.
Karena beberapa faktor tersebut, para ahli burung jarang memetakan wilayah Sahel. Hal inilah yang akhirnya membuat burung tersebut tak terlihat lagi dalam kurun waktu sangat lama. Terlebih lagi, hampir tak ada orang yang membawa kamera saat mengunjungi wilayah tersebut sehingga dinilai sudah punah.
Sejak tahun 1931, keberadaan burung ini tak lagi terlihat. Baik itu foto, rekaman suara ataupun catatan penampakan lainnya. Sejak saat itu, ilmuwan meyakini bahwa burung ini memang benar-benar sudah punah.
Selang bertahun-tahun kemudian, tim lapangan nyatanya tak sengaja menangkap potret burung ini sedang duduk santai di atas hamparan rumput yang terbuka. Awalnya hanya sekilas melihatnya saja. Kemudian sengaja menghentikan langkah untuk mengabadikan momen tersebut. Potret ini pun membuktikan bahwa burungnya belum punah.
Baca Juga: Menggali Kemampuan Spektrum Inframerah pada Capung Asiagomphus melaenops
Studi ini sendiri sudah resmi terbit dalam jurnal Tour du Valat. Penemuan burung Rusty Lark ini tentu mengejutkan sekaligus jadi kabar bahagia. Hal ini karena burung tersebut sudah lama dianggap punah, namun nyatanya masih ditemukan saat ini. Karena hal itu, penemuan burung Rusty Lark ini berhasil curi perhatian berbagai kalangan, terutama para ahli burung. (R10/HR-Online)

13 hours ago
12

















































