Begini Strategi Mengatasi Krisis Air dan Bencana Susulan di Kabupaten Tasikmalaya 

11 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pemkab Tasikmalaya menyiapkan strategi bertahap guna menangani ancaman kekeringan dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah. Langkah ini mencakup pemenuhan kebutuhan darurat, pembuatan sumur bor jangka menengah, hingga gerakan reboisasi jangka panjang untuk menekan risiko bencana ekologis.

Baca juga: Kontroversi Proyek PSEL Tasikmalaya: Ancaman Kesehatan Warga hingga Risiko ‘Lapar’ Sampah

Rencana strategis penanganan krisis air ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (7/8/2026).

Prioritas Jangka Pendek dari Pemkab Tasikmalaya

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan prioritas jangka pendek saat ini berfokus pada distribusi air bersih ke masyarakat. Seluruh pergerakan bantuan di lapangan dikendalikan langsung oleh komando BPBD Kabupaten Tasikmalaya.

“Kebutuhan air bersih mendesak harus terpenuhi lewat koordinasi BPBD. Pemkab bergerak cepat menggandeng BUMD, BAZNAS, Darul Tauhiid, hingga perusahaan penyedia air,” ungkapnya Jumat (7/8/2026).

Untuk jangka menengah, Pemkab Tasikmalaya mendorong pengalokasian anggaran pembuatan sumur bor berkapasitas besar di tiap kecamatan. Penganggaran ini ditargetkan masuk dalam skema APBD Perubahan tahun berjalan.

Asep mengarahkan agar ada sinergi antara alokasi anggaran pemerintah daerah dan pokok-pokok pikiran (pokir) 50 anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Sinergi ini bertujuan agar penanganan dapat menjangkau daerah rawan air secara merata. Titik pemboran nantinya disesuaikan dengan potensi sumber air tanah terdekat.

Baca juga: Pecah Rekor MURI, 3.123 Porsi Opak Khas Tasikmalaya Tersaji di Hari Jadi ke-394 

Selain APBD, Pemkab Tasikmalaya menjajaki kemitraan dengan lembaga sosial internasional. Usulan dari lima kecamatan sudah diajukan ke lembaga kemanusiaan Qatar Charity, dan beberapa titik lokasi telah masuk tahap survei kelayakan.

Penyediaan sumur bor ini ditargetkan beroperasi sebelum atau pada awal musim hujan yang diperkirakan mulai masuk pada Oktober mendatang. Pasokan air ini disiapkan sebagai cadangan jangka panjang saat musim kemarau kembali melanda.

Menghadapi jangka panjang, Pemkab Tasikmalaya memberi perhatian khusus pada potensi bencana saat masa transisi musim. Asep mengimbau para camat dan perangkat desa aktif memantau kondisi lapangan, terutama terkait pergerakan tanah saat peralihan dari kemarau ke hujan.

“Kondisi tanah yang retak akibat kemarau panjang sangat rentan memicu pergerakan tanah saat tertimpa air hujan. Para camat harus keliling memantau wilayah masing-masing,” tutur Asep.

Guna memperkuat ketahanan lingkungan, pemerintah daerah menyiapkan dua langkah utama. Pertama, menggalakkan gerakan menanam pohon secara masif untuk menjaga area tangkapan air sekaligus mempertahankan kualitas udara daerah. (Apip/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |