Dedi Mulyadi Buka Kanal Hotline Khusus Ojol, Lapor Begal hingga Tawuran Dapat Insentif

8 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol) untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di ruang publik termasuk di jalanan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana membuka kanal aduan khusus atau hotline berbasis WhatsApp bagi komunitas pengemudi ojol.

Mantan Bupati Purwakarta itu menilai bahwa para pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai sistem keamanan lingkungan (Siskamling) bergerak.

Sebab, para pengemudi ojol memiliki mobilitas sangat tinggi, bahkan tak jarang mereka ada di jalan raya selama 24 jam.

Pihaknya memastikan siap memberikan apresiasi berupa insentif finansial secara langsung bagi pengemudi ojol yang berhasil membantu pihak kepolisian menggagalkan aksi kejahatan jalanan, seperti pencurian, pembegalan, hingga tawuran remaja.

“Untuk teman-teman ojol, saya nanti bikin nomor khusus yang langsung bisa WhatsApp. Mereka ini punya siskamling karena bergerak 24 jam di jalanan,” kata Dedi di Mapolda Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).

Dedi akan memberikan hadiah bagi pengemudi ojol yang membantu meringkus pelaku kejahatan tanpa dihakimi dan menyerahkannya ke polisi.

Namun, Dedi mengingatkan agar mereka tetap cermat dalam melakukan penegakan kejahatan jalanan agar tidak menimbulkan kerugian.

“Kalau ojol bisa membantu menangkap pelaku kejahatan dan menyerahkannya secara utuh ke pihak kepolisian, besoknya ketemu saya dan akan saya beri hadiah. Namun, tetap harus cermat dan jangan sampai salah sangka,” ujarnya.

Baca Juga: Perangi Tramadol dan Miras Ilegal di Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Warung yang Jual, Bongkar!

Buka Kanal Hotline Khusus Ojol dan Jamin Keamanan Pelapor Peredaran Tramadol

Selain mengandalkan peran pengemudi ojol di jalan raya, Dedi menyoroti maraknya laporan warga terkait peredaran obat keras jenis Tramadol di lingkungan pemukiman.

Dedi memahami banyak masyarakat yang merasa waswas dan mengalami tekanan mental saat melaporkan praktik ilegal tersebut.

Merespons kecemasan warga, Pemprov Jawa Barat menggaransi kerahasiaan identitas serta keselamatan fisik bagi siapa pun yang berani bersuara atau speak up.

Dedi menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan berdiri di barisan terdepan untuk menghadapi segala bentuk intimidasi dari oknum tidak bertanggung jawab.

Inisiatif penguatan pengawasan berbasis partisipasi publik ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman di masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan pengedar obat terlarang di seluruh wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Kejahatan Jalanan di Jawa Barat Bukan Sekadar Masalah Ekonomi, Dedi Mulyadi Ingin Kuatkan Psikologis Warga

“Masyarakat yang melaporkan peredaran Tramadol rata-rata mengalami ketakutan dan teror mental. Saya tegaskan, warga tidak perlu takut. Kalau ada yang melakukan intimidasi atau meneror, mari kita hadapi bersama-sama,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |