Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Atasi Jalan Haurpapak yang Sering Ambles

5 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi kerusakan yang berulang di Jalan Haurpapak, Desa Surian, Kecamatan Surian. Sebagai solusi permanen, Pemkab Sumedang berencana membangun jalur atau trase baru untuk menghindari kondisi tanah yang labil di kawasan tersebut.

Ruas jalan yang menghubungkan Sumedang dan Subang ini sering mengalami retak, amblas, hingga longsor. Meskipun perbaikan telah dilakukan berulang kali, kajian teknis menunjukkan bahwa pergerakan tanah yang terus terjadi membuat jalur lama tidak lagi layak dipertahankan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya keras memperbaiki Jalan Haurpapak. Namun, tantangan alam berupa struktur tanah yang tidak stabil menjadi kendala utama.

Baca Juga: Bendung Rengrang Sumedang Jadi Sasaran Pencurian, Pemkab Gandeng Aparat Kejar Pelaku

“Sudah tiga kali kami perbaiki, bahkan menelan biaya miliaran rupiah. Tapi karena tanahnya labil dan ada pergerakan tanah, jalan tersebut ambles lagi,” kata Dony, Jumat (7/8/2026).

Melihat kondisi tersebut, prioritas pemerintah kini beralih pada pemindahan trase jalan ke lokasi yang dinilai lebih aman secara geologis.

Pemkab Sumedang Persiapan Trase Baru Atasi Jalan Haurpapak

Untuk merealisasikan pembangunan jalur baru ini, Pemkab Sumedang telah mengajukan izin kepada Kementerian Kehutanan guna memanfaatkan sebagian kawasan hutan. Dony menyebutkan, proses perizinan ini telah dikawal secara intensif selama lebih dari setahun.

Baca Juga: Jalan Alternatif Bangbayang-Dayeuhluhur Sumedang Resmi Dibangun, Warga Kini Punya Akses Baru Saat Jalur Longsor

“Sambil menanti izin tersebut, Pemkab Sumedang tetap melakukan penanganan sementara pada titik-titik jalan yang mengalami keretakan dan ambles, agar akses masyarakat tetap dapat dilalui dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Selain perizinan, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan teknis dengan merampungkan Detail Engineering Design (DED) sebagai landasan pembangunan jalan baru tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap proses administrasi di tingkat pusat segera rampung agar konstruksi fisik bisa segera dimulai. Dony menegaskan, pihaknya tidak akan lagi menggunakan jalur lama yang rawan bencana.

“Penanganan permanennya sambil menunggu izin dari Kementerian Kehutanan, kami sudah siapkan DED-nya. Jadi pindah trase, pindah jalur jalannya. Tidak membuat jalan yang lama,” tegasnya.

Baca Juga: Penanganan Longsor di Sumedang-Subang Dipercepat, Alat Berat Dikerahkan

Targetnya, pada tahun depan masyarakat sudah dapat menikmati akses jalan baru yang lebih kokoh dan aman dari risiko longsor maupun pergeseran tanah.

“Insya Allah tahun depan selesai secara permanen melalui jalur yang baru. Kami tidak ingin kondisi seperti ini terus terjadi. Apalagi sampai menimbulkan kecelakaan akibat jalan yang dibangun terus mengalami pergeseran tanah, pergerakan tanah, ambles atau longsor,” pungkas Dony. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |