Di tengah hiruk-pikuk Jatinegara, Jakarta Timur, berdiri kokoh Taman Benyamin Sueb (TBS), sebuah pusat kebudayaan yang kini menjadi “ruang hidup” bagi pelestarian tradisi Betawi.
Terletak tepat di sebelah Stasiun Jatinegara, destinasi ini menawarkan perpaduan unik antara sejarah militer kolonial dan warisan seni dari salah satu seniman paling berpengaruh di Indonesia.
Baca Juga: Menelusuri Aci Sanghyang Grodog: Ritual Sakral Penjaga Harmoni dan Identitas Nusa Lembongan
Transformasi Sejarah Bangunan Kolonial Menjadi Taman Benyamin Sueb
Gedung yang menjadi rumah bagi museum ini memiliki sejarah panjang sejak abad ke-17. Berawal dari kediaman Meester Cornelis van Senen hingga menjadi bangunan bergaya neo klasik Hindia Belanda pada era Gubernur Jenderal Daendels tahun 1811.
Setelah sempat berfungsi sebagai markas tentara Jepang dan markas Kodim 0505 Jakarta Timur, pada tahun 2018 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya meresmikan gedung cagar budaya ini sebagai pusat pelestarian budaya.
Sebagai museum khusus, Taman Benyamin Sueb didedikasikan untuk mengapresiasi kontribusi besar almarhum Benyamin Sueb terhadap seni, film, dan musik Indonesia.
Baca Juga: Taman Buaya Indonesia Jaya, Wisata Edukasi Menarik dengan Ratusan Buaya
Di dalam gedung utama, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi pribadi sang legenda. Mulai dari pakaian pentas, jam tangan, kaset rekaman, poster film. Hingga piagam penghargaan yang menjadikannya ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengenal jati diri budaya Betawi.
Tidak hanya sebagai museum, kawasan ini berfungsi sebagai pusat aktivitas budaya yang dinamis melalui berbagai kolaborasi dengan seniman dan komunitas.
Berbagai kegiatan seperti pelatihan membatik, peragaan busana etnik, latihan gamelan, hingga konser musik rutin digelar di sini untuk menghidupkan kreativitas publik. Bahkan, program internasional turut menjadikan tempat ini sebagai sarana pertukaran budaya lintas negara.
Baca Juga: Rekomendasi Museum Terbaik di Jogja, Destinasi Aesthetic dan Edukatif yang Wajib Dikunjungi
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, akses ke lokasi ini sangat mudah, yaitu di Jl. Jatinegara Timur No. 76. Waktu operasional Selasa hingga Minggu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Tanpa pungutan biaya masuk atau gratis, Taman Benyamin Sueb tidak hanya menjaga memori masa lalu. Tetapi juga terus eksis sebagai panggung utama bagi masa depan kebudayaan Jakarta. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 hours ago
4

















































