harapanrakyat.com,- Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis, memberikan pelatihan dan pembekalan program Gerakan Nanam Padi (GNP) gogo atau padi huma kepada siswa SD Negeri 2 Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Jumat (7/8/2026) siang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Keterampilan, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis Gembleng Mental Peserta Jamnas XII 2026
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis dalam menanamkan kepedulian terhadap sektor pertanian sejak usia dini. Selain mendapatkan materi mengenai teknik budidaya padi gogo, para peserta juga menerima bantuan benih padi jenis MSP28. Benih ini nantinya akan ditanam sebagai sarana praktik langsung di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pelatihan ini dihadiri jajaran Kepala Sekolah, dewan guru, komite sekolah, orang tua siswa, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Cijeungjing, kepala desa beserta perangkat desa, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut, menjadi bentuk dukungan terhadap program edukasi pertanian yang digagas Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis.
Baca Juga: GSR Pramuka Ciamis Tingkatkan Kapasitas Relawan Melalui Pelatihan Administrasi dan Vertical Rescue
Program GNP Beri Contoh Tanam Padi Bisa di Lahan Kering
Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, H. Nanang Permana, M.H., mengatakan bahwa GNP telah menjadi salah satu program unggulan yang dijalankan sejak tahun 2020. Program tersebut terus dikembangkan di berbagai gugus depan, termasuk di Gugus Depan yang berpangkalan di SD Negeri 2 Handapherang.
Menurutnya, program ini bertujuan membekali generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam bercocok tanam.
Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dunia pertanian. Kemudian, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan.
“Selama ini banyak anak-anak yang menganggap menanam padi harus dilakukan di sawah dan identik dengan lumpur. Melalui program padi gogo atau padi huma, kami ingin memberikan contoh bahwa menanam padi juga bisa dilakukan di lahan kering, bisa menggunakan media polibag atau ember bekas. Dengan begitu, mereka dapat belajar bercocok tanam dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Nanang.
Baca Juga: True Scout, No Bullying, Komitmen Gerakan Pramuka Ciamis Cegah Perundungan
Ia berharap, melalui pelatihan program GNP ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya mengenal pertanian secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik sejak dini. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal yang bermanfaat. Sekaligus, menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi petani sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional. “Sehingga anak-anak bisa menanam padi pakai dasi sambil selfie,” pungkasnya. (Jujang/HR-Online)

10 hours ago
8

















































